Banjarnegara – Suasana pembelajaran Matematika di kelas 5 MIFABARA tampak berbeda dari biasanya. Alih-alih hanya mengerjakan soal di buku, peserta didik membawa berbagai brosur promosi minimarket dari rumah untuk dijadikan media belajar. Melalui pembelajaran yang dikemas secara interaktif, mereka diajak belajar sambil bermain dengan memanfaatkan informasi harga berbagai produk yang terdapat pada brosur.(29/7)
Kegiatan ini merupakan salah satu inovasi pembelajaran kontekstual yang menghubungkan materi Matematika dengan kehidupan sehari-hari. Brosur yang biasanya hanya digunakan sebagai media promosi disulap menjadi sumber belajar yang menarik sehingga peserta didik dapat memahami konsep-konsep matematika secara lebih nyata dan mudah dipahami.
Berbekal brosur yang mereka bawa, peserta didik diajak mengamati berbagai harga produk, kemudian menyelesaikan beragam tantangan yang diberikan guru. Mereka belajar mengenal bilangan, membaca dan menulis lambang serta nama bilangan, menentukan nilai tempat, mengurutkan bilangan dari yang terkecil hingga terbesar maupun sebaliknya, membandingkan harga termurah dan termahal, hingga melakukan operasi hitung penjumlahan dan pengurangan berdasarkan harga barang yang terdapat dalam brosur.
Lebih dari sekadar belajar berhitung, kegiatan ini juga menanamkan literasi finansial sejak dini. Guru mengajak peserta didik memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan dalam berbelanja. Melalui diskusi sederhana, mereka diajak memilih barang yang benar-benar dibutuhkan, membandingkan harga antarproduk, serta mempertimbangkan manfaat sebelum memutuskan untuk membeli suatu barang. Pembelajaran ini diharapkan mampu membentuk kebiasaan hidup hemat, bijak dalam mengelola uang, dan tidak mudah tergoda oleh berbagai promosi.
Kepala MIFABARA, mengapresiasi kreativitas guru dalam menghadirkan pembelajaran yang inovatif dan bermakna.
“Pembelajaran terbaik adalah pembelajaran yang dekat dengan kehidupan peserta didik. Ketika anak belajar menggunakan media yang mereka temui setiap hari, mereka akan lebih mudah memahami konsep sekaligus mampu menerapkannya dalam kehidupan nyata. Melalui brosur promosi ini, anak-anak tidak hanya belajar Matematika, tetapi juga belajar berpikir kritis, mengambil keputusan yang bijak, serta membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Inilah bekal penting untuk membentuk generasi yang cerdas, mandiri, dan bertanggung jawab,” tutur beliau.
Melalui inovasi pembelajaran ini, MIFABARA terus berupaya menghadirkan pengalaman belajar yang aktif, kreatif, dan menyenangkan. Di tangan guru yang kreatif, selembar brosur promosi pun mampu menjadi jembatan menuju pembelajaran yang bermakna dan menginspirasi.(nas)







