Usai Visitasi Sekolah Sehat, Kepala MIFABARA Tegaskan Budaya Sehat Harus Menjadi Pembiasaan, Bukan Sekadar Penilaian

Banjarnegara – Berakhirnya visitasi Lomba Sekolah Sehat bukan menjadi akhir dari upaya MIFABARA dalam membangun lingkungan pendidikan yang sehat. Justru, momen tersebut dijadikan sebagai bahan evaluasi sekaligus penguatan komitmen agar seluruh program kesehatan yang telah dijalankan tetap istiqamah dan menjadi budaya yang melekat dalam kehidupan sehari-hari di madrasah.(28/7)

Hal tersebut disampaikan Kepala MIFABARA, saat memberikan pembinaan dan evaluasi kepada seluruh guru serta tenaga kependidikan pasca pelaksanaan visitasi Lomba Sekolah Sehat. Dalam arahannya, beliau mengajak seluruh warga madrasah untuk tidak berpuas diri atas berbagai pencapaian yang telah diraih, melainkan menjadikan hasil visitasi sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kualitas lingkungan belajar yang bersih, sehat, nyaman, dan berkelanjutan.

Menurut beliau, keberhasilan sebuah madrasah sehat tidak diukur dari banyaknya penghargaan yang diterima, tetapi dari konsistensi seluruh warga madrasah dalam membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat setiap hari. Oleh karena itu, seluruh program yang telah berjalan, mulai dari kebersihan lingkungan, pengelolaan sanitasi, penghijauan, pengelolaan sampah, hingga pembiasaan hidup sehat harus tetap dilaksanakan secara berkesinambungan.

“Visitasi telah selesai, tetapi ikhtiar kita belum berakhir. Jangan sampai semangat menjaga kebersihan dan kesehatan hanya hadir ketika ada penilaian. Justru setelah visitasi inilah komitmen kita diuji. Mari kita jadikan budaya hidup bersih dan sehat sebagai karakter MIFABARA yang terus kita jaga bersama, karena madrasah yang sehat akan melahirkan generasi yang sehat, nyaman belajar, dan siap meraih prestasi,” tutur beliau.

Dalam evaluasi tersebut, Kepala Madrasah juga mengajak seluruh guru untuk terus menjadi teladan bagi peserta didik. Pembiasaan sederhana seperti menjaga kebersihan kelas, membuang sampah pada tempatnya, merawat tanaman, menjaga kerapian lingkungan, serta membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat perlu terus dicontohkan oleh seluruh pendidik agar menjadi budaya positif yang tertanam dalam diri peserta didik.

Selain mengevaluasi berbagai aspek yang telah berjalan dengan baik, kegiatan ini juga menjadi ruang refleksi bersama untuk menyusun langkah-langkah perbaikan ke depan. Seluruh guru didorong untuk mempertahankan inovasi yang telah dilakukan sekaligus menghadirkan berbagai gagasan baru.

Melalui evaluasi pasca visitasi ini, MIFABARA kembali menegaskan bahwa membangun madrasah sehat merupakan sebuah proses yang membutuhkan komitmen, konsistensi, dan kolaborasi seluruh warga madrasah. (nas)

Skip to content