Belajar Dengan Ceria, Retno Purnawati Hidupkan Suasana Madin Lewat Penyuluhan Adab Berpergian

Banjarnegara (Humas) — Peran penyuluh agama dalam membentuk karakter generasi muda terus diwujudkan melalui pendekatan yang kreatif dan menyenangkan. Hal ini terlihat dalam kegiatan bimbingan dan penyuluhan yang dilaksanakan oleh Retno Purnawati, Penyuluh Agama Islam dari KUA Kecamatan Purwanegara, di Madrasah Diniyah (Madin) Muhammadiyah Desa Karanganyar pada Kamis (23/4/2026).

Bertempat di gedung Madin, kegiatan ini berlangsung dengan penuh semangat dan keceriaan. Para santri tampak antusias mengikuti setiap rangkaian pembelajaran yang dikemas secara interaktif. Materi yang disampaikan mengangkat tema “Adab dalam Berpergian”, yang menjadi salah satu bagian penting dalam pembentukan akhlak islami sejak usia dini.

Dalam penyampaiannya, Retno Purnawati menekankan bahwa generasi muda yang saleh tidak hanya dituntut cerdas secara akademik, tetapi juga harus memahami dan mengamalkan adab dalam kehidupan sehari-hari, termasuk ketika bepergian.

“Adab adalah cerminan akhlak seorang muslim. Bahkan dalam perjalanan sekalipun, kita diajarkan untuk berdoa, bersikap sopan, dan menjaga diri,” ungkapnya di hadapan para santri.

Menariknya, metode yang digunakan dalam penyuluhan ini jauh dari kesan membosankan. Retno mengajak para santri untuk menghafalkan doa naik kendaraan secara bersama-sama, dengan penuh semangat dan pengulangan yang menyenangkan. Suasana kelas pun menjadi hidup, diwarnai dengan suara lantang para santri yang mengikuti bacaan doa dengan antusias.

Pendekatan ini terbukti efektif dalam membantu anak-anak memahami materi sekaligus menghafalkan doa dengan lebih mudah. Tidak hanya itu, interaksi dua arah juga terjalin dengan baik, di mana para santri diberi kesempatan untuk bertanya dan mempraktikkan langsung adab-adab yang telah diajarkan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen KUA Kecamatan Purwanegara dalam membina umat, khususnya generasi muda, agar memiliki bekal keimanan dan akhlak yang kuat. Penyuluh agama hadir tidak hanya sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai pendidik yang mampu menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan dan bermakna.

Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan nilai-nilai keislaman dapat tertanam sejak dini dalam diri para santri, sehingga mereka tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlakul karimah dalam setiap aspek kehidupan. 

(rp/azd)

Skip to content