Berbahan Cuka, Deterjen Dan Kunyit Jadi Karya Yang Menakjubkan Di Peringatan Hari Batik Dengan Tema Mimau Membatik

Banjarnegara – Ada yang sedikit berbeda dari pelaksanaan kegiatan proses pembelajaran di MI Ma’arif Al Falah Joyokusumo (MIMAU). Pasalnya seluruh warga MIMAU mengenakan pakaian berteman batik dengan motif, corak, warna dan model yang berbeda-beda. Semua itu dikarenakan MIMAU sedang turut serta meramaikan peringatan hari batik Nasional yang jatuh tepat kamis, 2 Oktober 2025.

Peringatan hari batik Nasional di MIMAU disambut dengan antusias oleh warga sekolah. Terlihat dari peserta didik yang menggunakan baju batik dengan rapi sebagai wujud kebanggaan atas budaya Indonesia  yang kini sudah melekat di hati masyarakat. Kegiatan belajar mengajarnya pun diselingi dengan kegiatan yang bertemakan batik membatik. Salah satunya yaitu kelas 2B yang membatik kertas dengan tema Membatik asam basa.

Berjumlah 28 siswa yang dibuat menjadi lima kelompok, kegiatan tersebut berjalan sesuai rencana. Berbahan kunyit, detergen, cuka serta satu lembar batik sebagai medianya, proses pengerjaan membatik tersebut dipenuhi dengan kesabaran yang cukup menguras waktu. Pasalnya proses pembuatannya pun lumayan lama yaitu kunyit bubuk dicairkan, kemudian dioleskan ke lembar media batik menggunakan cutton bud, untuk selanjutnya dioles dengan deterjen yang sudah dilarutkan untuk merubah warna corak batik, berikutnya olesi cuka sebagai penghapus bagian-bagian yang ingin dikurangi atau dihapus. Bukan hanya sampai situ saja, namun setelahnya harus melalui proses penjemuran agar hasil maksimal dan warna tidak luntur karna media yang basah terlalu lama. Penjemuran media tersebut harus di tempat yang teduh dan kering. Jangan menjemur langsung di bawah sinar matahari agar warna tidak cepat pudar. Setelah kering, batik kertas asam basa siap dipajang.

“Agar hasilnya bagus dan maksimal, harus sesuai petunjuk yang disampaikan, step by step tahapannya harus dilalui secara urut agar kelompok kalian hasilnya bagus ya…,”jelas Nurul Khikmah wali kelas 2B dihadapan kelima kelompok dari kelas 2B MIMAU tersebut.

Dengan penuh kagum dan penasaran, Nuri Fatimah wali kelas 1C MIMAU melihat hasil karya yang dibua oleh anak-anak kelas 2B siang itu. Ternyata dari rasa penasaran itu, Nuri pun jadi tahu hal baru tentang membatik dengan media kertas dan bahan-bahan yang ada di sekitar kita dan mudah sekali didapatkan serta diaplikasi sendiri.

“wah…bagus bnget hasilnya, kalian keren lho,” puji Nuri pada salah satu kelompok dari kelas 2B saat sedang menjemur karya mereka.

“semoga dengan belajar membatik kelak kalian dapat mengaplikasikan ilmu yang didapatkan ini untuk kehidupan yang akan datang ya…semoga ilmunya manfaat,”lanjut Nuri sambil mengacungkan jempolnya. (NF)

Skip to content