Banjarnegara (Humas) – Matematika adalah ilmu pasti tentang logika mengenai bentuk, susunan, besaran, dan konsep-konsep yang berhubungan satu dengan lainnya dengan jumlah yang banyak. Ilmu ini perlu konsentrasi yang kuat untuk menemukan hasil yang benar. Seperti yang diterapkan siswa kelas V B MI Ma’ arif Al Falah Joyokusumo atau MIMAU dengan metode seblak Prasmanan (7/2).
Kegiatan yang berlangsung di kelas V B dan luar kelas pada mata pelajaran matematika, Farida Fitriana selaku wali kelas mengatakan tujuan dari metode Seblak Prasmanan untuk anak mudah memahami, mengubah mindset anak tentang matematika, dan memberi suasana baru.
Adanya metode ini berawal dari pelajaran matematika yang anak sudah takut dulu, oleh karena itu guru memberikan warna baru agar anak senang belajar matematika dan mengubah mindset anak bahwa matematika itu mengasyikkan, untuk tujuannya agar anak-anak memahami matematika dengan metode menyenangkan tanpa membebani, disamping itu metode ini juga berlangsung di luar kelas untuk memberikan suasana baru
“Saya mengambil outdoor class untuk memberikan pelajaran kepada siswa bahwa di mana pun tempat kita bisa belajar banyak hal, anak-anak kami ajak jalan ke warung seblak prasmanan matematika,” ujar Farida Fitriana wali kelas V B.
Metode ini diikuti siswa kelas V B serta guru yang mengarahkan kata Farida Fitriana selaku wali kelas.
Farida Fitriana mengatakan metode Seblak Prasmanan ada caranya, supaya siswa tidak takut matematika menjadi matematika menyenangkan. Penerapannya, guru menyediakan 8 piring setiap piring ada toping seblak berisi materi pengukuran sudut, anak-anak keluar kelas untuk menuju warung seblak, kemudian anak-anak berbaris 3 berbanjar bergantian mengambil seblak sesuai toping masing-masing minimal 5 toping, setelah itu anak mengambil seblak prasmanan duduk dan menempel kertas untuk dikerjakan.
Diterapkannya metode ini mendapat respon siswa yang antusias dengan metode seblak prasmanan oleh siswa kelas V B
“Senang bisa belajar matematika dengan metode yang ustazah berikan jadi lebih paham dan semangat,” ujar Vonny Az Zalfa Syauqiyya siswa kelas V B. Adanya metode seblak Prasmanan harapannya agar anak menyukai matematika bahwa matematika itu menyenangkan bukan menakutkan. (RF)







