Banjarnegara (Humas) – MTs Negeri 1 Banjarnegara kembali menggelar kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Rahmatan lil ‘Alamin (P5RA) dengan tema “Panen Cuan dengan Meramu Herbal Taste Milenial” pada Senin (22/9) di lapangan indoor madrasah. Kegiatan yang berlangsung dari pukul 08.30 hingga 09.30 ini merupakan rangkaian Alur Aktivitas 1: Pengenalan, yang diisi dengan sesi penyuluhan tentang tanaman herbal oleh Andi Hermawan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Banjarnegara.
Acara diawali dengan ice breaking yakni menyanyikan lagu P5RA yang dipandu oleh Novia Fajriati Alqomar selaku sekretaris P5RA. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan pemaparan tujuan kegiatan dan pengenalan modul P5RA oleh Asih Wijayanti, ketua P5RA.
“Aspek kewirausahaan menjadi fokus kita dalam proyek ini. Peserta didik tidak hanya belajar mengenal berbagai tanaman herbal, tetapi juga bagaimana mengolahnya menjadi produk minuman sehat yang bernilai jual. Harapannya, dari sini lahir jiwa wirausaha yang kreatif dan peduli lingkungan,” ujar Asih.
Puncak kegiatan adalah pemaparan materi oleh Andi Hermawan yang mengangkat isu “Back to Nature” pasca pandemi COVID-19. Dalam penyampaiannya, ia menjelaskan bahwa tren pemanfaatan tanaman herbal semakin meningkat karena masyarakat mulai sadar pentingnya menjaga kesehatan dengan cara alami.
“Indonesia memiliki sekitar 30 ribu jenis tanaman obat yang berpotensi menyembuhkan berbagai penyakit. Kita bisa memanfaatkan jahe, kunyit, temulawak, hingga daun sirih yang mudah ditemukan di sekitar rumah. Namun, yang perlu diingat, penggunaan tanaman herbal harus sesuai dosis agar tidak menimbulkan efek samping,” ungkap Andi.
Ia juga memberikan tips praktis pembuatan jamu seduhan yang bisa dikonsumsi sehari-hari dan cara menanam tanaman obat di pekarangan rumah sebagai apotek hidup.
Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, yang hadir dalam kegiatan ini, mengapresiasi semangat siswa dan guru dalam menyukseskan program P5RA.
“P5RA adalah upaya membentuk generasi yang shaleh sosial, peduli lingkungan, dan kreatif. Tema Panen Cuan ini sangat relevan dengan kondisi saat ini, di mana anak-anak perlu belajar tidak hanya teori, tetapi juga praktik wirausaha berbasis kearifan lokal,” tutur Yatiman.
Selain itu, ia menekankan bahwa kegiatan ini sejalan dengan visi madrasah untuk mencetak peserta didik yang berakhlak mulia dan berdaya saing.
“Kita berharap anak-anak bisa menjadi agen perubahan di masyarakat, mengajak keluarga dan tetangga untuk menjaga kelestarian tanaman herbal sekaligus mengembangkan produk yang bermanfaat bagi kesehatan,” tambahnya.
Novia Fajriati Alqomar, yang turut mendampingi siswa sepanjang kegiatan, mengungkapkan kesannya.
“Ice breaking tadi berhasil membuat siswa lebih siap menerima materi. Saya senang melihat mereka aktif bertanya dan mencatat informasi penting dari narasumber. Ini menjadi modal awal yang baik sebelum mereka masuk ke tahap kontekstualisasi dan aksi dalam alur P5RA berikutnya,” kata Novia.
Kegiatan ini juga mendapatkan antusiasme besar dari para siswa. Rufaida Salma, siswi kelas 8A, mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru.
“Saya jadi tahu manfaat berbagai tanaman herbal yang ada di sekitar rumah. Rasanya jadi pengin mencoba membuat jamu sendiri di rumah,” ucapnya dengan semangat.
Sementara itu, Hayyun Ceta dari kelas 9C merasa termotivasi untuk menjaga kelestarian tanaman obat.
“Kata Pak Andi tadi, tanaman herbal bisa semakin langka kalau tidak dilestarikan. Saya jadi berencana menanam jahe dan kunyit di rumah supaya bisa dipakai untuk kebutuhan keluarga,” katanya.
Di akhir kegiatan, para siswa diberikan tugas untuk mengidentifikasi tanaman herbal yang ada di lingkungan rumah masing-masing, mencatat nama lokal dan nama ilmiah, serta manfaatnya. Tugas ini akan menjadi bahan diskusi pada pertemuan P5RA selanjutnya sebelum mereka membuat rancangan produk minuman herbal.
Kegiatan P5RA Panen Cuan dengan Meramu Herbal Taste Milenial ini menjadi momentum penting bagi MTs Negeri 1 Banjarnegara untuk menanamkan kesadaran menjaga kesehatan sekaligus mengasah keterampilan wirausaha siswa. Melalui pendekatan praktik langsung, siswa diharapkan mampu menghasilkan ide-ide kreatif, berani mengambil keputusan, serta berperan aktif dalam pelestarian tanaman herbal.
Dengan berakhirnya sesi pengenalan ini, madrasah optimis dapat melanjutkan ke tahap kontekstualisasi dan aksi, di mana siswa akan membuat produk minuman herbal inovatif yang siap dipasarkan.
“Kami siap mendampingi peserta didik sampai tahap gelar karya, sehingga mereka bisa merasakan pengalaman berwirausaha yang nyata,” tutup Asih. (Fy/La)







