Bimwin KUA Karangkobar Perkuat Catin lewat Sinergi Puskesmas dan PLKB

Banjarnegara (Humas) — Sebanyak 10 pasangan, terdiri atas 9 pasangan calon pengantin (catin) dan 1 pasangan pengantin baru, mengikuti kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Karangkobar, Selasa (26/5/2026). Kegiatan ini menjadi sarana pembekalan bagi pasangan dalam membangun rumah tangga yang sehat, harmonis, dan sakinah.

Kepala KUA Karangkobar, H. Amat Maskuri, dalam arahannya menegaskan bahwa pernikahan bukan sekadar ikatan lahir, tetapi juga ikatan batin yang dilandasi nilai-nilai ilahiah. Ia mengutip QS. Ar-Rum ayat 21 tentang tujuan pernikahan, yakni menghadirkan ketenangan (sakinah), cinta (mawaddah), dan kasih sayang (rahmah).

“Pernikahan harus menjadi tempat kembali yang menenangkan. Di situlah sakinah hadir, ketika suami dan istri saling menguatkan dan saling menjaga,” pesannya.

Suasana kegiatan semakin semarak saat peserta diajak mengikuti “Tepuk Sakinah” yang dipandu fasilitator. Tepuk tersebut memuat lima pilar keluarga sakinah, yakni berpasangan, janji kokoh, saling cinta, saling hormat, saling jaga, saling ridha, serta musyawarah untuk mewujudkan keluarga sakinah maslahah. Melalui metode tersebut, peserta diajak memahami nilai-nilai rumah tangga secara menyenangkan dan mudah diingat.

Materi inti disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Karangkobar, Duwi Rohmah, yang juga bertindak sebagai fasilitator Bimwin. Ia mengajak peserta memahami pentingnya membangun fondasi keluarga sakinah melalui pendekatan interaktif dan reflektif.

Menurutnya, keluarga ibarat bangunan yang harus memiliki fondasi kuat, pilar kokoh, dan tujuan hidup yang jelas. Fondasi tersebut meliputi keadilan, keseimbangan, dan kesalingan dalam relasi suami istri.

Untuk memperdalam pemahaman peserta, kegiatan diselingi aktivitas “Sungai Kehidupan”, yakni menggambarkan perjalanan hidup, menetapkan prioritas, hingga merancang harapan masa depan bersama pasangan. Selain itu, peserta juga mengikuti permainan “Kuis Siapa Dia” yang mendorong pasangan saling mengenal lebih dalam terkait kebiasaan, harapan, hingga cara menghadapi masalah.

Pada sesi kesehatan reproduksi, Penanggung Jawab Kesehatan Masyarakat Puskesmas Karangkobar, Fitri Handayani, menekankan pentingnya kesiapan fisik dan mental dalam membangun keluarga.

“Menjaga kesehatan reproduksi merupakan bagian dari ikhtiar menghadirkan keluarga yang sehat dan berkualitas. Pasangan perlu saling mendukung untuk menerapkan pola hidup sehat sejak awal pernikahan,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Penyuluh Keluarga Berencana (PPKB) Kecamatan Karangkobar, Endang Werdiastuti, menyampaikan pentingnya perhatian pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sebagai masa emas pertumbuhan anak.

“Pemenuhan gizi, pola asuh, dan perencanaan keluarga yang baik akan sangat menentukan kualitas generasi di masa depan,” tuturnya.

Di akhir sesi, Duwi Rohmah mengingatkan bahwa keluarga sakinah tidak hadir secara instan, melainkan dibangun melalui proses belajar, saling memahami, dan komitmen bersama.

“Rumah tangga tidak cukup dibangun dengan cinta saja, tetapi juga dengan pemahaman, komunikasi, dan komitmen untuk terus bertumbuh bersama,” pungkasnya.

(dr/azd)

Skip to content