Banjarnegara(Humas) – Kantor Urusan Agama (KUA) Rakit melaksanakan hari pertama perekaman biometrik Saudi Bio Visa bagi jemaah calon haji Kecamatan Rakit. Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari ini menjadi tahap penting yang harus dilalui jemaah sebelum keberangkatan haji tahun 2026, sesuai kebijakan terbaru Pemerintah Arab Saudi terkait digitalisasi layanan imigrasi. (17/11/2025)
Sejak pagi, jemaah sudah mulai berdatangan ke KUA Rakit untuk menjalani proses perekaman sidik jari, wajah, dan data biometrik lainnya. Namun, pelaksanaan hari pertama ini benar-benar menguras kesabaran, baik bagi petugas maupun jemaah. Banyak jemaah mengalami kesulitan terutama pada tahap perekaman sidik jari, karena aplikasi Saudi Visa Bio sangat sensitif dan memerlukan ketelitian tinggi.
Petugas KUA Rakit menjelaskan bahwa perekaman biometrik ini membutuhkan perangkat ponsel dengan kualitas kamera yang memadai. “Ada jemaah yang sidik jarinya halus sehingga sistem sulit menangkap garis jari. Prosesnya bisa berkali-kali, bahkan untuk satu jemaah bisa memakan waktu lebih dari satu jam,” ujar salah satu petugas. Selain itu, beberapa jemaah mengaku aplikasi lebih mudah bekerja pada perangkat tertentu, sementara pada ponsel lain terutama yang sensornya kurang akurat perekaman cenderung gagal berulang kali.
Meskipun penuh tantangan, jemaah tetap berusaha menjalani proses ini dengan sabar dan tertib. Para petugas juga terus memberikan pendampingan, mengatur giliran, serta memastikan setiap jemaah mendapat bantuan teknis agar perekaman dapat terselesaikan sesuai ketentuan.
Kepala KUA Rakit menyampaikan bahwa kegiatan ini akan dilanjutkan dua hari ke depan, dan pihaknya menargetkan seluruh jemaah Kecamatan Rakit dapat menyelesaikan perekaman tepat waktu. “Kami berkomitmen melayani jemaah sebaik mungkin. Semoga prosesnya lancar dan menjadi kemudahan untuk perjalanan ibadah haji mereka.”
Dengan berbagai kendala yang ditemui pada hari pertama, KUA Rakit berharap proses perekaman berikutnya akan berjalan lebih lancar seiring meningkatnya penyesuaian petugas dan jemaah terhadap teknis aplikasi biometrik tersebut.
(i/ azd)







