Cegah Nikah Dini, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Purwanegara Ajak Anak Muda Untuk Sibukan Diri dengan Hal Positif

Banjarnegara (Humas)  – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama Kecamatan Purwanegara, Retno Purnawati dan Heri Sutikno melaksanakan kegiatan program inovasi Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara yaitu KOPI SECETING (Komunitas Penyuluh Agama Islam Serius Cegah Stunting pada Selasa, 27/08/2024.

Program KOPI SECETING kali ini fokus dilaksanakan pada kegiatan Posyandu Remaja di Desa Kutawuluh yang diikuti oleh peserta remaja usia 10-18 tahun. Dalam kegiatan ini, turut bersama dukungan dari para Bidan Puskesmas Purwanegara 1 , kepala Desa Kutawuluh dan para kader Kesehatan di Desa Kutawuluh.

Pernikahan dini merupakan masalah kompleks yang masih menjadi tantangan besar di berbagai negara, termasuk Indonesia. Pernikahan yang dilakukan di bawah usia yang telah ditetapkan oleh undang-undang ini membawa dampak negatif yang luas, baik bagi individu maupun masyarakat.

Pernikahan dini, terutama pada usia remaja, dapat meningkatkan risiko terjadinya stunting pada anak. Pernikahan dini dan stunting adalah dua masalah serius yang saling berkaitan. Untuk memutus rantai antara pernikahan dini dan stunting, diperlukan upaya yang komprehensif. Salah satu upaya tersebut  tidak bosan-bosan dilaksanakan oleh Penyuluh Agama Islam Kecamatan Purwanegara melalui sosialisasi baik langsung maupun tidak langsung kepada masyarakat.

Dalam sosialisasi yang dilakukan di desa Kutawuluh Kecamatan  Purwanegara, Penyuluh Agama Islam Heri Sutikno menyampaikan tentang Program Inovasi Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara yaitu KOPI SECETING. Setelah itu, dilanjutkan oleh penyampaian sosialisasi tentang pencegahan pernikahan dini oleh Retno Purnawati.

Retno menyampaikan bahwa salah satu langkah yang dapat dilakukan oleh anak muda untuk mencegah terjadinya pernikahan dini adalah bahwa anak muda harus menyibukkan diri dengan hal-hal positif.

“Menyibukkan anak muda dengan hal-hal positif adalah langkah yang sangat penting untuk mencegah perilaku negatif, termasuk pernikahan dini”, Ucapnya.

Selanjutnya Retno juga menekankan kepada para remaja, “Ketika anak muda disibukkan dengan kegiatan positif, mereka akan memiliki sedikit waktu untuk terlibat dalam kegiatan yang tidak produktif atau bahkan merugikan, seperti pergaulan bebas”, Imbuhnya.

Sosialisasi pencegahan pernikahan dini dari Kantor Urusan Agama Kecamatan Purwanegara disambut baik oleh berbagai pihak. Sambutan baik dan ucapan terimakasih disampaikan oleh Kepala Desa Kutawuluh Kun Pangesti.

“Terima kasih kepada pihak KUA yang sudah memberikan sosialisasi kepada masyarakat kami. Sosialisasi pencegahan pernikahan dini memang sangat penting untuk masyarakat, khususnya untuk kalangan remaja”, Ucapnya. (hms)

Skip to content