Banjarnegara (Humas) – Suasana Bimbingan Perkawinan (Bimwin) di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Mandiraja pada Rabu (10/12/2025) berlangsung istimewa. Tidak hanya karena materi yang dikemas dengan pendekatan komunikatif, tetapi juga karena sebuah momen unik terjadi: sepasang calon pengantin, Sulastri dan Latif Nurhidayat dari Purwasaba, langsung melangsungkan akad nikah sesaat setelah mengikuti Bimwin.
Kepala KUA Mandiraja, H. Musobihin, menyampaikan bahwa peristiwa tersebut menjadi warna tersendiri dalam kegiatan pembinaan calon pengantin.
“Ini contoh bahwa Bimwin bukan hanya formalitas, tetapi betul-betul menjadi bekal nyata bagi pasangan. Alhamdulillah, setelah menerima materi, pasangan Sulastri dan Latif semakin mantap dan langsung melangsungkan akad. Ini momentum yang membahagiakan untuk kami,” ujarnya.
Musobihin menegaskan bahwa tujuan utama Bimbingan Perkawinan adalah mempersiapkan pasangan menghadapi kehidupan rumah tangga dengan ilmu, kesadaran, dan kesiapan mental.
Salah satu narasumber dari Puskesmas 1 Mandiraja, Yuli, memberikan materi seputar kesehatan reproduksi, manajemen stres, dan pola hidup sehat bagi pasangan baru menikah.
“Keluarga yang sehat dimulai dari pengetahuan dasar tentang tubuh, kesiapan mental, dan komunikasi yang baik di antara pasangan. Kami senang karena peserta sangat aktif bertanya,” ucap Yuli.
Materi dari Puskesmas menjadi bagian penting untuk membekali calon pengantin agar mampu membangun keluarga yang produktif dan sehat.
Dua narasumber KUA Mandiraja, Dian Setiadi dan Hendriyanto, memberikan materi tentang tujuan pernikahan, hak dan kewajiban suami istri, serta cara menyelesaikan konflik dalam rumah tangga.
“Pernikahan adalah ibadah panjang. Pasangan harus memahami bahwa perbedaan itu wajar, tapi komunikasi dan sikap saling memuliakan adalah kuncinya.” Ujar Dian.
Sementara Hendriyanto menambahkan pentingnya komitmen dan kesiapan “menikah itu bukan hanya menyatukan dua individu, tetapi juga dua keluarga besar. Maka kesiapan emosional dan spiritual sangat diperlukan.” Jelasnya.
Pasangan Sulastri dan Latif Nurhidayat, yang mengikuti Bimwin hari itu, mengaku mendapat pencerahan yang luar biasa hingga mantap langsung melaksanakan akad.
“Menikah bagi kami adalah menyempurnakan ibadah dan membangun rumah tangga yang penuh sakinah. Setelah mendengarkan materi, kami merasa lebih siap” ucap Latif.
Sulastri menambahkan “saya ingin membangun keluarga yang saling mendukung, saling memahami, dan bisa bersama-sama menuju ridha Allah. Bimbingan hari ini membuat hati saya tenang” imbuhnya.
Kegiatan Bimbingan Perkawinan di KUA Mandiraja hari ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan pra nikah membawa dampak langsung. Tidak hanya memberikan pemahaman, tetapi juga menguatkan tekad pasangan untuk memasuki kehidupan rumah tangga dengan lebih matang dan penuh kesadaran.
“Semoga pasangan Sulastri dan Latif menjadi keluarga sakinah, mawaddah, warahmah,” tutup Musobihin.
(F/M, azd)







