Banjarnegara (Humas) – Kisah cinta jarak jauh (LDR) yang penuh perjuangan akhirnya berujung manis bagi pasangan calon pengantin (catin) asal Desa Glempang, Kecamatan Mandiraja. Pada Kamis (30/4/26), pasangan ini resmi mengikuti kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) mandiri di KUA Mandiraja sebagai langkah awal membangun rumah tangga yang kokoh dan sakinah.
Kegiatan Bimwin yang berlangsung hangat dan penuh makna ini dipandu langsung oleh penyuluh agama Islam, Feti Sulistiani. Dalam penyampaiannya, beliau menekankan pentingnya kesiapan mental, spiritual, serta kemampuan komunikasi dalam menghadapi dinamika rumah tangga, terlebih bagi pasangan yang sebelumnya menjalani hubungan jarak jauh.
Mey Anggraini, salah satu catin, mengungkapkan rasa syukur dan harunya setelah mengikuti kegiatan ini. “Perjalanan kami tidak mudah karena harus LDR cukup lama. Tapi melalui Bimwin ini, kami jadi lebih siap, terutama dalam memahami peran masing-masing dalam rumah tangga,” ujarnya.
Senada dengan itu, Wahyu Karsono dari Bandung juga menyampaikan bahwa materi yang diberikan sangat relevan dan membuka wawasan. “Kami jadi tahu bagaimana cara menyelesaikan masalah dengan baik dan membangun komunikasi yang sehat. Ini bekal penting sebelum menikah,” tuturnya.
Sementara itu, Feti Sulistiani selaku penyuluh agama Islam menjelaskan bahwa Bimwin bukan sekadar formalitas, melainkan ikhtiar nyata dalam menekan angka perceraian dan membangun keluarga yang berkualitas. “Kami berharap setiap pasangan yang mengikuti Bimwin benar-benar memahami tujuan pernikahan dan siap menjalani kehidupan rumah tangga dengan penuh tanggung jawab,” jelasnya.
Dengan berakhirnya masa LDR dan dimulainya langkah baru melalui Bimwin ini, pasangan Mey Anggraini dan Wahyu Karsono diharapkan dapat membangun keluarga yang harmonis, penuh cinta, dan keberkahan.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa setiap proses menuju pernikahan membutuhkan kesiapan, komitmen, dan bimbingan yang tepat demi terwujudnya keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah.







