Banjarnegara (Humas) – Dalam suasana haru yang menyelimuti ruang perawatan, kehadiran bimbingan rohani Islam (bimrohis) menjadi oase ketenangan bagi pasien dan keluarga. Pada Kamis (30/4/2026), Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Wanadadi, Arif Kholdun dan Tugiran, melaksanakan kegiatan bimbingan rohani di Puskesmas Wanadadi 1, menyapa langsung pasien Bernama Primasta asal Desa Bondolharjo.
Kegiatan ini tidak sekadar kunjungan, namun menjadi momentum penguatan spiritual di tengah ujian sakit. Dengan penuh empati, para penyuluh memberikan pemahaman tentang tata cara beribadah dalam kondisi sakit, seperti shalat dengan isyarat, tayamum, serta pentingnya menjaga hati tetap dekat kepada Allah Swt.
Arif Kholdun dalam penyampaiannya menegaskan bahwa sakit bukanlah penghalang untuk tetap beribadah. “Dalam kondisi apapun, Allah tetap memberikan kemudahan bagi hamba-Nya untuk beribadah. Sakit bukan alasan untuk meninggalkan shalat, justru menjadi jalan untuk semakin dekat dan berserah diri kepada-Nya,” ungkap Arif dengan penuh ketulusan.
Sementara itu, Tugiran menambahkan pentingnya keteguhan hati bagi pasien dan keluarga dalam menghadapi ujian. “Kita perlu menguatkan keyakinan bahwa setiap sakit ada hikmahnya. Kesabaran dan doa adalah kunci, dan keluarga memiliki peran besar dalam memberikan semangat serta ketenangan bagi pasien,” tutur Tugiran dengan suara yang menenangkan.
Suasana semakin khidmat ketika doa bersama dipanjatkan, menghadirkan harapan kesembuhan dan kekuatan batin bagi pasien. Tak hanya pasien, keluarga yang mendampingi pun tampak tersentuh, merasakan kehangatan perhatian dan dukungan spiritual yang diberikan.
Kegiatan bimrohis ini menjadi wujud nyata peran penyuluh agama dalam memberikan layanan keagamaan yang menyentuh langsung kebutuhan umat, khususnya di saat-saat sulit seperti sakit.
Dengan hadirnya bimbingan rohani ini, diharapkan pasien tidak hanya mendapatkan kesembuhan fisik, tetapi juga kekuatan spiritual yang menjadi penopang utama dalam menghadapi ujian kehidupan.
Semoga upaya ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam menghadirkan layanan keagamaan yang humanis, serta memperkuat peran Kementerian Agama dalam membimbing umat menuju kehidupan yang lebih bermakna dan penuh keberkahan.
(NN/azd)







