Sinergi Spiritual di Pagentan: KUA dan KB Harapan Bunda Siapkan Generasi Berkarakter lewat Parenting Islami

Banjarnegara (Humas) – Sebuah langkah strategis dalam memperkuat fondasi pendidikan karakter anak usia dini resmi digulirkan di Kecamatan Pagentan. Melalui kolaborasi lintas sektor, Penyuluh Agama Islam Fungsional (PAIF) KUA Pagentan bersinergi dengan KB Harapan Bunda Kalitlaga untuk meluncurkan program pembinaan khusus bagi para orang tua siswa.

Pertemuan koordinasi yang berlangsung pada Kamis (30/4/2026) di kantor KB Harapan Bunda tersebut dihadiri langsung oleh M. Syaiful Abidin selaku PAIF KUA Pagentan dan Warniati sebagai Kepala KB Harapan Bunda. Keduanya sepakat bahwa keberhasilan mendidik anak tidak bisa hanya mengandalkan interaksi di dalam kelas, melainkan harus didukung oleh lingkungan rumah yang memiliki visi spiritual yang sama.

M. Syaiful Abidin mengungkapkan bahwa inisiatif ini lahir dari kebutuhan akan konsistensi nilai yang diterima anak. Menurutnya, seringkali terjadi ketimpangan antara apa yang diajarkan guru di sekolah dengan pola asuh yang diterapkan orang tua di rumah.

“Anak adalah investasi akhirat. Kita tidak ingin mereka bingung karena menerima standar moral yang berbeda. Melalui sinergi ini, kami ingin memastikan bahwa nilai-nilai kebaikan, moralitas, dan agama yang diajarkan di sekolah diperkuat kembali oleh orang tua melalui praktik parenting Islami yang tepat,” ujar Syaiful.

Di era digital yang penuh tantangan, Warniati menyambut hangat kerja sama ini. Ia mengakui bahwa pihak sekolah memerlukan dukungan ahli dari penyuluh agama untuk membekali para ibu wali siswa dengan pemahaman spiritual yang mendalam.

  • Pendidikan Holistik: Menggabungkan kecerdasan intelektual dengan ketahanan mental dan ketaatan spiritual.
  • Booster Parenting: Memberikan wawasan baru bagi orang tua dalam menghadapi perilaku anak berdasarkan kaidah agama.
  • Generasi Unggul: Menciptakan bibit unggul yang memiliki karakter kuat sejak dini.

“Kami ingin mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akal, tapi juga sehat mental dan taat secara spiritual. Program ini akan menjadi booster yang sangat penting bagi wali siswa kami,” tambah Warniati.

Sebagai tindak lanjut nyata, kedua belah pihak telah menyepakati jadwal rutin bulanan. Nantinya, penyuluh agama dari KUA Pagentan akan hadir secara berkala dalam forum wali siswa untuk memberikan edukasi, bimbingan, serta ruang diskusi mengenai pengasuhan anak dalam perspektif Islam.

Model kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi percontohan bagi lembaga pendidikan anak usia dini lainnya di Banjarnegara, membuktikan bahwa sinergi antara institusi keagamaan dan pendidikan adalah kunci utama dalam membangun karakter bangsa dari akar yang paling dasar. (msa/azd)

Skip to content