Banjarnegara (Humas) — Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara terus memperkuat layanan di bidang kerukunan umat beragama melalui kegiatan sosialisasi Early Warning System (EWS) Si-Rukun kepada para penghulu se-Kabupaten Banjarnegara, Kamis (30/4/2026).
Kegiatan sosialisasi ini disampaikan oleh Admin FKUB Kankemenag Banjarnegara, Aluisius Ari Setyanto, sebagai upaya meningkatkan kapasitas aparatur dalam mendeteksi potensi konflik sosial berdimensi keagamaan secara dini.

Dalam pemaparannya, Aluisius menjelaskan bahwa EWS Si-Rukun merupakan aplikasi berbasis sistem informasi yang dirancang sebagai sarana pendukung penyelenggaraan deteksi dini konflik sosial keagamaan secara terintegrasi, berjenjang, dan terstandar secara nasional.
“EWS ini penting untuk memetakan potensi gesekan kecil di masyarakat agar tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar. Tanpa deteksi dini, penanganan sering kali terlambat dan berdampak pada biaya sosial yang tinggi,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa sistem ini berfungsi sebagai radar sosial yang mampu memberikan informasi secara cepat dan akurat kepada pengambil kebijakan, sekaligus memperkuat koordinasi lintas level dalam menjaga stabilitas dan harmoni sosial.
Sementara itu, Kepala Seksi Bimas Islam Kankemenag Banjarnegara, Slamet Wahyudi, dalam sambutannya menegaskan bahwa peran penghulu sangat strategis dalam menjaga kerukunan di tengah masyarakat.

“Penghulu tidak hanya menjalankan tugas pencatatan nikah, tetapi juga memiliki peran penting sebagai agen moderasi beragama. Dengan pemanfaatan EWS Si-Rukun ini, diharapkan para penghulu mampu lebih responsif dalam membaca potensi konflik serta mengambil langkah preventif di wilayah masing-masing,” ungkapnya.
Ia juga mengajak seluruh peserta untuk aktif memanfaatkan aplikasi tersebut sebagai bagian dari upaya bersama dalam menjaga kondusivitas wilayah.
Provinsi Jawa Tengah sendiri menjadi salah satu dari tiga provinsi di Indonesia yang ditunjuk sebagai percontohan implementasi aplikasi EWS Si-Rukun. Hal ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam memperkuat sistem deteksi dini konflik berbasis teknologi.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para penghulu di Kabupaten Banjarnegara semakin siap dalam menjalankan peran strategisnya, tidak hanya dalam pelayanan keagamaan, tetapi juga dalam menjaga dan merawat kerukunan umat beragama di tengah masyarakat.
(Azd)

