Banjarnegara (Humas) — Dalam upaya meningkatkan profesionalisme dan kualitas layanan keagamaan, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara, Sukarno, serta Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam, Slamet Wahyudi menghadiri kegiatan pembinaan Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Kabupaten Banjarnegara yang dilaksanakan pada Kamis (30/4/2026).
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi, integritas, serta penguatan kode etik para penghulu di lingkungan Kemenag Banjarnegara.Dalam sambutannya, Sukarno menekankan pentingnya pemahaman tugas dan fungsi (tusi) penghulu serta peran strategis KUA dalam memberikan pelayanan keagamaan kepada masyarakat.
“Penghulu harus memahami dengan baik tugas dan fungsinya, serta mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan regulasi, termasuk dalam layanan pernikahan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan beberapa poin penting sebagai arah penguatan kinerja, di antaranya peningkatan kedisiplinan aparatur, penataan penggunaan pakaian dinas, penguatan program wakaf uang, serta dorongan inovasi layanan berbasis kebutuhan masyarakat. Selain itu, Sukarno mengingatkan pentingnya implementasi program prioritas Kementerian Agama agar benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Sementara itu, Kasi Bimas Islam, Slamet Wahyudi, menyampaikan apresiasi kepada APRI Kabupaten Banjarnegara atas konsistensinya dalam menyelenggarakan kegiatan koordinasi dan pembinaan.
“Kami mengapresiasi APRI yang rutin melaksanakan rakor dan pembinaan. Ini penting untuk menjaga kekompakan serta meningkatkan kualitas pelayanan para penghulu sebagai ASN Kemenag,” ungkapnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi pembinaan dan musyawarah yang dipimpin oleh Ketua APRI Kabupaten Banjarnegara, Heri Purnomo Adi. Dalam forum tersebut, para penghulu berdiskusi terkait berbagai tantangan tugas di lapangan serta upaya peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para penghulu di Kabupaten Banjarnegara semakin profesional, berintegritas, dan mampu memberikan pelayanan keagamaan yang optimal serta berdampak bagi masyarakat.
(azd)

