Dari Barang Bekas Jadi Media Edukatif: Kelas 5 MIFABARA Kuasai Pembagian pada Materi FPB dan KPK dengan Stik Es Krim”

Banjarnegara – Pembelajaran Matematika di MI Al Fatah Parakancanggah (MIFABARA) kembali menghadirkan suasana yang menyenangkan dan inovatif. Kali ini, siswa-siswi Kelas 5A dan 5D belajar tentang materi Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) dan Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dengan cara yang tak biasa. Di bawah bimbingan Nani, guru pengampu Matematika, anak-anak menggunakan alat sederhana berupa stik es krim untuk memahami konsep pembagian dengan lebih mudah.(18/10)

Kegiatan ini lahir dari keprihatinan guru terhadap kesulitan yang dialami siswa ketika menghadapi operasi pembagian. Banyak anak yang masih bingung saat membagi bilangan atau menentukan hasil FPB dan KPK dari dua angka. Melihat hal tersebut, Nanipun mencari solusi dengan menghadirkan alat bantu konkret yang sederhana, ramah lingkungan, dan mudah digunakan. Pilihannya jatuh pada stik es krim bekas, yang diubah menjadi media belajar kreatif.

Sebelum memulai kegiatan, guru menjelaskan kembali konsep dasar pembagian serta kaitannya dengan FPB dan KPK. Setelah itu, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil dan diberikan sejumlah stik es krim. Setiap kelompok diminta menyusun stik menjadi kelompok-kelompok kecil untuk menggambarkan proses pembagian secara visual. Dari sana, mereka dapat menemukan faktor dan kelipatan dari bilangan yang sedang dipelajari.

Suasana belajar berlangsung sangat hidup. Anak-anak tampak tertawa, berdiskusi, dan saling membantu menyelesaikan soal yang diberikan. “Awalnya saya sering salah kalau menghitung FPB, tapi setelah memakai stik, jadi kelihatan mana yang bisa dibagi sama rata. Jadi gampang,” ujar Agam, siswa kelas 5A, dengan semangat.

Nani pun merasa bangga melihat respon positif dari para siswa. “Alhamdulillah, kegiatan ini berhasil membuat anak-anak lebih paham dan berani mencoba. Selain belajar matematika, mereka juga belajar kerja sama dan memanfaatkan barang bekas untuk hal bermanfaat,” tuturnya.

Kepala Madrasah, Durotun Nafisah, turut mengapresiasi kreativitas tersebut. “Inovasi pembelajaran seperti ini perlu terus dikembangkan. Anak-anak jadi belajar dengan gembira, sementara nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan juga ikut terbentuk,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, Kelas 5A dan 5D MIFABARA membuktikan bahwa belajar matematika tidak harus membosankan. Dengan kreativitas dan pendekatan konkret, konsep abstrak seperti pembagian, FPB, dan KPK dapat dipahami dengan mudah, menyenangkan, dan berkesan bagi setiap peserta didik.(nas)

Skip to content