Dari Grup WhatsApp hingga Beranda Facebook, Penyuluh Agama Ajak Wali Siswa RA Miftahul Huda Lebih Bijak Bermedia Sosial

Banjarnegara (Humas) – Arus informasi yang begitu cepat di era digital menjadi perhatian tersendiri bagi masyarakat. Menyikapi hal tersebut, Turno selaku Penyuluh Agama Islam Kecamatan Pandanarum melaksanakan bimbingan dan penyuluhan kepada wali siswa RA Miftahul Huda Sirongge yang bertempat di ruang kelas RA setempat. (9/6/2026)

Kegiatan yang diikuti para wali siswa tersebut mengangkat tema adab bermedia sosial. Dalam penyampaiannya, Turno menegaskan bahwa media sosial dapat menjadi sarana kebaikan apabila digunakan secara bijak, namun juga dapat menimbulkan berbagai persoalan apabila tidak disertai dengan etika dan tanggung jawab.

Adapun materi yang disampaikan meliputi:

  1. Menyebarkan informasi yang benar, dengan membiasakan tabayyun atau memeriksa kebenaran berita sebelum membagikannya kepada orang lain.
  2. Menghindari fitnah dan ujaran kebencian, baik dalam bentuk tulisan, komentar, maupun unggahan yang dapat memicu konflik di tengah masyarakat.
  3. Menjaga sopan santun saat berkomentar, karena setiap perkataan yang ditulis di media sosial tetap akan dimintai pertanggungjawaban sebagaimana ucapan secara langsung.
  4. Menggunakan media sosial untuk hal yang bermanfaat, seperti menambah wawasan, mempererat silaturahmi, menyebarkan dakwah, dan berbagi informasi yang membawa kebaikan.

“Media sosial itu ibarat pisau, bisa digunakan untuk hal yang bermanfaat, tetapi juga bisa melukai orang lain apabila digunakan tanpa kehati-hatian. Karena itu kita harus lebih bijak dalam menulis, berkomentar, maupun membagikan informasi,” jelas Turno di hadapan peserta.

Ia juga mengingatkan bahwa orang tua memiliki tanggung jawab untuk memberikan contoh yang baik kepada anak-anak dalam penggunaan teknologi digital. Menurutnya, perilaku orang tua di media sosial sering kali menjadi cerminan yang akan ditiru oleh anak-anak dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu wali siswa, Suriah, menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, materi yang disampaikan sangat dekat dengan kehidupan masyarakat saat ini. “Saya merasa mendapatkan ilmu baru, terutama tentang pentingnya menyaring informasi sebelum membagikannya. Materi seperti ini sangat dibutuhkan karena hampir setiap hari kami berinteraksi dengan media sosial,” tuturnya.

Melalui kegiatan penyuluhan ini diharapkan para wali siswa semakin memahami pentingnya etika digital dan mampu menjadikan media sosial sebagai sarana untuk menebar manfaat, memperkuat persaudaraan, serta mendukung terciptanya lingkungan yang harmonis dan kondusif. 

(ev/azd)