Dari Jantung hingga Aliran Darah, Pembelajaran 5C MIFABARA Tumbuhkan Cinta dan Syukur kepada Sang Pencipta

Banjarnegara – Pembelajaran IPAS di kelas 5C MI Al Fatah Parakancanggah (MIFABARA) berlangsung dengan suasana berbeda. Para siswa belajar di teras kelas dengan suasana yang lebih rileks dan terbuka. Udara segar yang mengalir menjadi bagian dari pengalaman belajar, membuat siswa lebih nyaman dan menikmati proses pembelajaran.(29/8)

Materi yang dipelajari adalah sistem peredaran darah manusia. Guru menjelaskan materi menggunakan poster hasil karya sendiri sebagai media pembelajaran. Melalui poster tersebut, siswa diajak mengenal jantung, pembuluh darah, dan darah beserta peran masing-masing dalam menjaga tubuh tetap hidup dan sehat.

Guru menjelaskan bahwa jantung berperan memompa darah, pembuluh darah menjadi jalur yang membawa darah ke seluruh tubuh, sedangkan darah bertugas membawa oksigen dan zat-zat penting yang dibutuhkan tubuh sekaligus membawa sisa metabolisme untuk dikeluarkan. Ketiganya bekerja sama dalam sebuah sistem yang luar biasa dan tidak pernah berhenti.

betapa banyak nikmat yang hadir tanpa disadari. Setiap tarikan napas adalah nikmat. Setiap detak jantung adalah nikmat. Darah yang terus mengalir membawa oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh juga merupakan nikmat yang luar biasa.

Jantung terus bekerja tanpa mengenal waktu. Saat manusia belajar, bermain, berlari, tertawa, bahkan ketika tertidur lelap, jantung tetap berdetak menjalankan tugasnya. Ia tidak pernah meminta kita untuk mengingatnya, tetapi terus bekerja agar kehidupan tetap berlangsung.

Dari pembelajaran tersebut, siswa diajak memahami bahwa menjaga kesehatan merupakan salah satu bentuk rasa syukur. Mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga, beristirahat cukup, menjaga kebersihan, dan menghindari kebiasaan buruk menjadi wujud cinta kepada diri sendiri.

Kepala Madrasah, mengapresiasi pembelajaran yang mengintegrasikan pengetahuan dengan nilai-nilai cinta dan rasa syukur.

“Pembelajaran akan menjadi lebih bermakna ketika anak tidak hanya memahami materi, tetapi juga mampu menemukan nilai kehidupan di dalamnya. Mengenal sistem peredaran darah dapat menjadi jalan bagi anak untuk menyadari betapa sempurnanya ciptaan Allah dan semakin bersyukur atas kesehatan yang dimiliki,” tuturnya.

Pembelajaran di teras kelas akhirnya menjadi lebih dari sekadar memahami sistem peredaran darah. Siswa belajar mengenal tubuhnya sekaligus mengenal kebesaran Sang Pencipta.

Bahwa setiap napas adalah nikmat, setiap detak jantung adalah kasih sayang, dan setiap hari kehidupan adalah kesempatan untuk bersyukur, belajar, dan berbuat baik.(nas)