Dari Kata Menjadi Cahaya: Ajeng MIFABARA Ukir Prestasi, Menyemai Makna Lewat Tutur

Banjarnegara – Ajeng Faiha Zalfa Hidayat, yang akrab disapa Ajeng, siswi MI Al Fatah Parakancanggah (MIFABARA), berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara Harapan 3 dalam lomba bertutur tingkat Kabupaten Banjarnegara. Ajang bergengsi yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Daerah (Perpusda) Banjarnegara ini diikuti oleh 48 peserta terbaik, terdiri dari 38 siswa SD dan 10 siswa MI se-Kabupaten Banjarnegara.(16/4)

Di atas panggung sederhana, sesungguhnya terhampar ruang luas bagi makna dan nilai kehidupan. Bertutur bukan sekadar merangkai kata, tetapi menyulam pesan, menghidupkan imajinasi, dan menghadirkan kebaikan dalam setiap kalimat yang terucap. Dalam hal inilah Ajeng hadir, membawa cerita bukan hanya untuk didengar, tetapi untuk dirasakan.

Dengan penuh penghayatan dan keberanian, Ajeng mampu menyampaikan kisah yang unik dan menarik, hingga mencuri perhatian dewan juri di tengah ketatnya persaingan. Setiap intonasi yang terucap seakan menjadi jembatan antara pesan dan hati para pendengar. Prestasi yang diraih ini bukan sekadar hasil akhir, melainkan buah dari proses panjang: latihan, doa, dan ketekunan yang dirawat dengan penuh kesungguhan.

Guru pendamping mengungkapkan rasa syukur dan harapannya. “Alhamdulillah, capaian ini adalah hasil dari usaha bersama. Lebih dari sekadar juara, kami bersyukur Ajeng mampu belajar tentang keberanian, proses, dan makna dari setiap langkah yang ditempuh,” tuturnya.

Senada dengan itu, Kepala Madrasah menyampaikan apresiasi dan pesan mendalam. “Prestasi ini adalah bukti bahwa setiap anak memiliki cahaya masing-masing. Tugas kita adalah menjaga agar cahaya itu tetap menyala melalui bimbingan, doa, dan kesempatan yang terus diberikan,” ungkapnya.

Kegiatan lomba bertutur ini sejatinya menjadi lebih dari sekadar kompetisi. Ia adalah ruang tumbuh bagi kecintaan terhadap literasi, tempat anak-anak belajar mencintai membaca, memahami makna, dan kemudian menyampaikannya kembali sebagai bentuk syiar kebaikan. Dari membaca lahir pemahaman, dari pemahaman tumbuh kebijaksanaan, dan dari tutur kata mengalir nilai-nilai kehidupan.

Bagi Ajeng, Juara Harapan 3 adalah pijakan awal, bukan puncak perjalanan. Sebab dalam setiap langkah kecil yang ditempuh dengan kesungguhan, selalu tersimpan kemungkinan besar untuk masa depan. Dan seperti kata yang terus dirangkai menjadi cerita, setiap usaha yang dilakukan hari ini akan menjadi kisah indah di hari esok.

Semoga langkah Ajeng menjadi inspirasi, bahwa dengan ketekunan, doa, dan keberanian, setiap anak mampu menyalakan cahaya kebaikan dari kata, menjadi makna, dan akhirnya menjadi jejak yang berarti.(nas)

Skip to content