Dari Lisan ke Kebaikan: Penyuluh Agama Bahas Pentingnya Menjaga Ucapan di Majelis Taklim

Banjarnegara (Humas) – Dalam upaya memperkuat akhlak mulia di tengah masyarakat Penyuluh Agama Islam Fungsional (PAIF) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Banjarnegara, Ani Musyarofah melaksanakan kegiatan penyuluhan di Majelis Taklim An Nisa Desa Ampelsari pada hari Rabu (05/11). Kegiatan ini mengangkat tema “Menjaga Lisan dari Ghibah, Fitnah, dan Ucapan yang Sia-sia” sebagai bentuk pembinaan moral dan spiritual bagi para jamaah.

Dalam penyampaiannya, penyuluh agama menekankan bahwa lisan memiliki peran besar dalam mencerminkan keimanan seseorang. “Seorang muslim yang baik bukan hanya terlihat dari ibadahnya, tetapi juga dari bagaimana ia menjaga lisannya agar tidak menyakiti orang lain,” ujar penyuluh dalam ceramahnya. Beliau menambahkan bahwa ghibah, fitnah, dan ucapan yang tidak bermanfaat dapat merusak hubungan sosial dan menimbulkan perpecahan di tengah umat.

“Lisan adalah cerminan hati. Jika hati bersih, maka ucapan kita pun akan membawa kebaikan. Karena itu, menjaga lisan bukan hanya soal sopan santun, tetapi juga bagian dari keimanan,” tambahnya.

Kegiatan penyuluhan ini berlangsung dengan penuh semangat. Para jamaah tampak aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman terkait pentingnya berhati-hati dalam berbicara, baik di dunia nyata maupun di media sosial. Penyuluh juga mengutip hadis Rasulullah SAW, “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam,” sebagai pengingat agar setiap perkataan membawa manfaat dan pahala.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para jamaah dapat menerapkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam menjaga tutur kata. Penyuluh Agama juga berkomitmen untuk terus melakukan pembinaan serupa di berbagai majelis taklim dan komunitas keagamaan lainnya. Dengan demikian, dakwah tidak hanya berhenti di mimbar, tetapi benar-benar menumbuhkan perubahan sikap menuju masyarakat yang santun, damai, dan berakhlak mulia.

Skip to content