Banjarnegara (Humas) – Dalam rangka memperkuat pemahaman keagamaan dan ketahanan spiritual masyarakat, Majelis Taklim At Taqwa Badakarya menggelar kajian bertema “Strategi Setan dalam Menggoda Manusia dan Cara Menghindarinya” pada Rabu (5/11) di Masjid At Taqwa. Kegiatan ini dihadiri oleh Jamaah MT At Taqwa dan dipandu langsung oleh penyuluh agama Islam Kecamatan Punggelan, Syu’bi Nurdiyanti.
Kajian ini menjadi sorotan karena mengangkat isu penting yang sering diabaikan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pemaparannya, Syu’bi menjelaskan bahwa setan memiliki strategi halus namun berbahaya untuk menyesatkan manusia. Lima di antaranya adalah: Syubhat: membuat manusia ragu terhadap kebenaran, Syahwat: membiarkan hawa nafsu menguasai diri, Tama’: ketamakan terhadap dunia yang berlebihan, Meremehkan dosa kecil: menganggap enteng kesalahan yang terus berulang dan Hasad: iri hati terhadap nikmat orang lain
“Setan tidak selalu datang dengan wajah menyeramkan. Ia menyusup lewat pikiran, perasaan, bahkan kebiasaan yang tampak biasa,” ujar Syu’bi di hadapan para jamaah.
Untuk menghadapi godaan tersebut, beliau menekankan lima langkah spiritual yang harus dijaga: Keikhlasan dalam setiap amal dan niat, Kestabilan iman melalui muhasabah dan ibadah, Perlindungan kepada Allah lewat doa dan tawakal, Membaca Al-Qur’an secara rutin dan tadabbur, dan Memperkuat dzikrullah agar hati tetap hidup
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang edukasi, tetapi juga momen bersejarah bagi Majelis Taklim At Taqwa. Di akhir acara, Syu’bi secara resmi menyerahkan izin operasional Majelis Taklim kepada ketua MT, Latifah, sebagai bentuk pengakuan dan dukungan terhadap kiprah majelis dalam membina umat.
“Kami sangat bersyukur atas kepercayaan ini. Semoga ibu-ibu semakin istiqomah dalam belajar dan beramal,” ungkap Latifah dengan penuh haru.
Acara berlangsung khidmat dan penuh semangat, mencerminkan komitmen masyarakat Badakarya dalam memperkuat nilai-nilai keislaman di tengah kehidupan sehari-hari.
(SNi/ azd)







