Banjarnegara (Humas) — Suasana penuh harap dan semangat pemberdayaan terasa kuat dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi Mustahik Produktif Tahun 2024 yang digelar oleh BAZNAS Provinsi Jawa Tengah untuk wilayah Kabupaten Banyumas, Purbalingga, dan Banjarnegara. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat (24/4/2026), bertempat di Hotel Luminor Purwokerto.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam meneguhkan komitmen bersama untuk mendorong para mustahik agar tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi mampu bangkit menjadi pelaku usaha mandiri yang kelak bertransformasi menjadi muzakki. Dalam forum tersebut, para pendamping mustahik turut hadir sebagai garda terdepan dalam memastikan keberhasilan program pemberdayaan ini.
Salah satu yang hadir adalah Soif Toif, mewakili Penyuluh KUA Kecamatan Wanadadi, yang dipercaya menjadi pendamping mustahik produktif di Kabupaten Banjarnegara. Peran pendamping dinilai sangat strategis dalam mengawal perkembangan usaha para mustahik agar tetap berjalan dan berkembang secara berkelanjutan.
Dalam kegiatan ini ditegaskan tiga tugas utama pendamping. Pertama, mendorong mustahik produktif yang telah berhasil mengembangkan usahanya untuk naik kelas menjadi muzakki, sehingga siklus kebaikan zakat terus berputar. Kedua, para pendamping diharapkan aktif memantau dan memberikan arahan dalam setiap proses usaha yang dijalankan mustahik. Ketiga, pentingnya pelaporan berkala kepada BAZNAS Provinsi terkait perkembangan dan prospek usaha sebagai bentuk tanggung jawab dan evaluasi program.
Dalam keterangannya, Soif Toif menyampaikan pandangan yang sarat makna. “Pendampingan ini bukan sekadar rutinitas, tetapi bagian dari ikhtiar besar untuk mengangkat derajat ekonomi umat. Kami berharap mustahik yang kami dampingi bisa benar-benar mandiri, bahkan suatu saat menjadi muzakki yang memberi manfaat bagi orang lain,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran aktif pendamping dalam membangun kepercayaan dan semangat para mustahik. “Kami tidak hanya memantau usaha mereka, tetapi juga hadir memberi motivasi, solusi, dan harapan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi,” tambahnya.
Kegiatan ini mencerminkan sinergi kuat antara BAZNAS dan para penyuluh agama dalam mengoptimalkan zakat sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat. Dengan pendampingan yang intensif dan berkelanjutan, diharapkan lahir lebih banyak pelaku usaha tangguh yang mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
Sebagai bagian dari komitmen pelayanan umat, Kementerian Agama melalui para penyuluh di tingkat kecamatan terus mengambil peran strategis dalam mendukung program pemberdayaan berbasis zakat. Upaya ini menjadi wujud nyata dalam menghadirkan kemaslahatan, memperkuat kemandirian, serta mewujudkan masyarakat yang religius, berdaya, dan sejahtera.
(NN/azd)







