Dari Rumah Kadus Hingga Tengah Hutan, Malam Mencekam Evakuasi Jenazah Gegerkan Pandanarum

Banjarnegara (Humas)  – Suasana malam di Desa Beji, Kecamatan Pandanarum, mendadak berubah tegang pada Senin malam sekitar pukul 19.30 WIB. Jajaran pegawai lintas sektor bersama aparat desa dan relawan menggelar rapat darurat setelah adanya laporan penemuan jenazah orang hilang di tengah kawasan hutan oleh seorang pemburu hewan. (18/5/2026)

Rapat yang berlangsung di rumah Kepala Dusun Beji Wetan tersebut berjalan serius dan penuh kehati-hatian. Seluruh peserta tampak fokus menyusun strategi evakuasi karena lokasi penemuan berada di area hutan yang sulit dijangkau, gelap, serta memiliki medan yang licin dan terjal. Pembagian tugas dilakukan secara rinci agar proses pencarian dan pengangkutan jenazah dapat berjalan aman.

Tidak ada lampu penerangan menuju hutan dan suasana malam yang dingin menambah kesan mencekam selama rapat berlangsung. Beberapa relawan tampak menyiapkan perlengkapan seperti senter, tali, hingga peralatan darurat lain yang dibutuhkan untuk proses evakuasi di tengah hutan.

Mutolib selaku Kepala KUA Kecamatan Pandanarum yang saat itu kebetulan sedang bermalam di kantor KUA langsung bergabung bersama jajaran lintas sektor lainnya. Kehadirannya menjadi bagian dari koordinasi dan dukungan moral bagi tim yang akan turun menuju lokasi penemuan jenazah.

Dalam rapat tersebut, Santo selaku koordinator lapangan pencarian jenazah menjelaskan bahwa tim harus bergerak hati-hati mengingat kondisi medan yang cukup berbahaya jika dilalui pada malam hari. Ia meminta seluruh personel menjaga kekompakan dan tidak bergerak sendiri-sendiri selama proses evakuasi berlangsung.

“Kondisi lokasi cukup berat karena berada di tengah hutan dan jalurnya licin. Kita harus benar-benar kompak dan saling menjaga supaya proses evakuasi berjalan lancar dan semua tim kembali dengan selamat,” ujar Santo di hadapan peserta rapat.

Selain menyusun strategi lapangan, rapat tersebut juga membahas jalur tercepat untuk membawa jenazah keluar dari kawasan hutan menuju permukiman warga. Warga sekitar pun ikut membantu menyediakan kebutuhan sederhana bagi tim relawan yang akan berangkat malam itu.

Sebelum tim diberangkatkan, suasana mendadak hening ketika Mutolib memimpin doa bersama. Seluruh peserta rapat menundukkan kepala dengan khusyuk memohon agar proses pencarian dan evakuasi diberikan kelancaran serta keselamatan.

“Semoga Allah memberikan kemudahan, keselamatan bagi seluruh tim, dan proses evakuasi berjalan tanpa hambatan sampai selesai,” tutur Mutolib saat memimpin doa bersama.

Malam itu, rumah Kepala Dusun Beji Wetan menjadi pusat koordinasi darurat yang dipenuhi kesibukan aparat, relawan, dan warga. Kebersamaan lintas sektor terlihat kuat demi menjalankan misi kemanusiaan di tengah situasi yang penuh ketegangan dan keprihatinan. (ev/azd)

Skip to content