Diguyur Hujan Saat Evakuasi, Penemuan Jenazah Orang Hilang di Hutan Pandanarum Berakhir Haru

Banjarnegara (Humas) – Proses evakuasi jenazah orang hilang yang sempat menggegerkan warga Kecamatan Pandanarum akhirnya berjalan lancar dan selamat pada Minggu malam. Jenazah yang diketahui telah hilang selama kurang lebih enam bulan tersebut berhasil ditemukan di kawasan hutan dengan medan yang sulit dijangkau. (18/5/2026)

Tim gabungan bersama relawan dan warga berhasil menemukan jenazah sekitar pukul 23.00 WIB setelah menempuh perjalanan cukup berat menuju lokasi penemuan. Medan hutan yang terjal, sempit, dan licin membuat proses pencarian berlangsung penuh kehati-hatian. Situasi semakin menegangkan ketika hujan mulai turun saat proses evakuasi dilakukan.

Meski hujan tidak turun sejak awal pencarian, kondisi berubah saat tim mulai membawa jenazah keluar dari kawasan hutan. Jalur yang sebelumnya sudah sulit dilalui menjadi semakin licin sehingga seluruh personel harus bergerak lebih pelan dan saling membantu demi keselamatan bersama.

Saat ditemukan, kondisi jenazah sudah tidak utuh dan hanya menyisakan tulang serta tengkorak. Penanganan jenazah pun dilakukan dengan penuh penghormatan dan kehati-hatian oleh tim yang terlibat. Jajaran lintas sektor yang sebelumnya menggelar rapat darurat segera mengambil peran sesuai keahlian masing-masing.

Mutolib selaku Kepala KUA Kecamatan Pandanarum turut ambil bagian dalam pengurusan jenazah. Ia membantu proses penanganan jenazah sesuai tata cara yang semestinya meskipun kondisi jasad sudah tinggal tulang-belulang.

Suasana haru menyelimuti lokasi ketika jenazah akhirnya tiba di permukiman warga. Warga yang sejak sore menunggu kabar tampak berdatangan menyaksikan proses evakuasi. Petugas kepolisian, relawan, aparat desa, hingga masyarakat terlihat bahu-membahu membantu proses pemindahan jenazah menuju lokasi penanganan lebih lanjut.

Mutolib menyampaikan bahwa setiap jenazah tetap harus dimuliakan apa pun kondisinya. Menurutnya, penghormatan terakhir kepada jenazah merupakan bagian dari kewajiban kemanusiaan dan ajaran agama. 

“Walaupun yang ditemukan hanya tersisa tulang dan tengkorak, jenazah tetap harus diperlakukan dengan hormat dan dimuliakan sebagaimana mestinya. Semoga seluruh proses ini menjadi bentuk penghormatan terakhir yang baik,” ungkap Mutolib.

Di tengah suasana malam yang dingin, sinar lampu penerangan dari warga dan petugas tampak menerangi jalan kampung saat proses evakuasi berlangsung. Kekompakan lintas sektor dan masyarakat menjadi kekuatan utama hingga proses selesai dilakukan dengan aman.

Peristiwa tersebut meninggalkan rasa haru sekaligus duka mendalam bagi masyarakat sekitar. Namun di balik situasi yang berat, solidaritas dan kepedulian warga Pandanarum terlihat begitu kuat dalam membantu proses kemanusiaan hingga akhir. 

(ev/azd)

Skip to content