Dari Sampah Organik Menjadi Manfaat, Guru dan Murid MIFABARA Rawat Ayam sebagai Media Belajar dan Edukasi Lingkungan

Banjarnegara – Pemandangan menarik tampak setiap hari di MIFABARA. Guru bersama murid secara bergantian memberikan pakan dan merawat ayam yang dipelihara di lingkungan madrasah. Kegiatan sederhana ini bukan sekadar rutinitas, tetapi merupakan bagian dari inovasi pembelajaran sekaligus implementasi program Adiwiyata dalam pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.(31/7)

Pemeliharaan ayam di MIFABARA menjadi salah satu solusi kreatif dalam mengurangi sampah organik. Sisa makanan yang masih layak konsumsi tidak langsung dibuang, melainkan dimanfaatkan sebagai pakan ayam. Selain itu, ayam juga membantu mengendalikan populasi serangga dan semut di area kebun madrasah dengan memakannya secara alami.

Melalui aktivitas tersebut, peserta didik belajar tentang pentingnya tanggung jawab, disiplin, kepedulian terhadap makhluk hidup, serta memahami bahwa hewan peliharaan membutuhkan perhatian dan perawatan setiap hari.

Lebih dari itu, kandang ayam menjadi laboratorium alam bagi pembelajaran IPAS. Murid dapat mengamati secara langsung ciri-ciri makhluk hidup, kebutuhan dasar hewan, proses pertumbuhan, cara berkembang biak, hingga hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Pembelajaran tidak lagi hanya melalui buku, tetapi hadir dalam pengalaman nyata yang lebih bermakna.

Ayam juga dimanfaatkan sebagai media pembelajaran mengenai sumber daya alam hayati beserta berbagai manfaatnya bagi kehidupan manusia. Murid dikenalkan bahwa hampir seluruh bagian ayam memiliki nilai guna,

Melalui kegiatan ini, murid juga belajar mengenai konsep ekonomi sirkular, yaitu bagaimana limbah organik dapat dimanfaatkan kembali sehingga tidak menjadi sampah yang mencemari lingkungan. Nilai-nilai kepedulian terhadap alam, penghematan sumber daya, dan pemanfaatan hasil hayati ditanamkan sejak usia dini melalui pengalaman belajar yang menyenangkan.

Kepala Madrasah, menyampaikan bahwa program pemeliharaan ayam merupakan bagian dari pembelajaran kontekstual yang mengintegrasikan pendidikan karakter, lingkungan, dan sains.

“Melalui pemeliharaan ayam, mereka tidak hanya memahami materi tentang sumber daya alam hayati, tetapi juga belajar bertanggung jawab, peduli lingkungan, menghargai makhluk hidup, serta mampu melihat bahwa sesuatu yang dianggap limbah ternyata dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat. Inilah pembelajaran yang sesungguhnya, belajar dari kehidupan untuk kehidupan,” ungkapnya.

Dengan semangat belajar dari alam dan menjaga alam, MIFABARA terus mencetak generasi yang cerdas, berkarakter, serta memiliki kesadaran tinggi untuk mewujudkan masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.(nas)

Skip to content