Banjarnegara (Humas) – Langkah hukum dan administrasi yang jelas kini telah dikantongi oleh Majelis Taklim (MT) Mumtaza Syahla Sokaraja. Pada Selasa (26/5/2026), majelis taklim yang beranggotakan ibu-ibu wali siswa TK PGRI Sokaraja ini resmi menerima Surat Keterangan Terdaftar (SKT) dari Kementerian Agama.
Penyerahan dokumen penting tersebut berlangsung khidmat di Balai Desa Sokaraja, sesaat setelah dilaksanakannya kegiatan bimbingan dan penyuluhan keagamaan rutin. SKT diserahkan langsung oleh Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Pagentan, M. Syaiful Abidin, kepada Ketua MT Mumtaza Syahla Sokaraja, Khusnul Khotimah.
M. Syaiful Abidin dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kepemilikan SKT ini bukan sekadar formalitas di atas kertas. Dokumen ini merupakan bukti legalitas yang sah sekaligus bentuk pengakuan negara terhadap keberadaan dan aktivitas penyiaran agama Islam yang dilakukan oleh masyarakat.
“Kami berharap dengan terbitnya SKT ini, MT Mumtaza Syahla Sokaraja dapat semakin eksis, tertib secara administrasi, dan terus konsisten dalam menyebarkan syiar Islam yang sejuk. Ini adalah langkah awal yang baik agar pembinaan umat, khususnya bagi ibu-ibu wali siswa, dapat berjalan lebih terstruktur dan mendapat fasilitasi yang selayaknya dari pemerintah,” ujar Syaiful.
Sementara itu, Ketua MT Mumtaza Syahla Sokaraja, Khusnul Khotimah, tidak dapat menyembunyikan rasa syukur dan bahagianya atas pencapaian ini. Menurutnya, legalitas ini akan menjadi pemicu semangat baru bagi seluruh anggota majelis untuk lebih aktif dalam kegiatan keagamaan dan sosial.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada KUA Pagentan atas bimbingan dan bantuannya hingga SKT ini bisa terbit. Bagi kami, ibu-ibu wali siswa TK PGRI Sokaraja, keberadaan majelis taklim ini adalah wadah belajar bersama. Dengan adanya SKT ini, kami merasa lebih mantap dan percaya diri untuk menyusun program-program kajian ke depan,” ungkap Khusnul Khotimah.
Acara penyerahan yang disaksikan oleh para pengurus dan anggota majelis ini ditutup dengan doa bersama. Ke depan, KUA Pagentan berkomitmen untuk terus mendampingi MT Mumtaza Syahla Sokaraja melalui penyuluhan rutin demi mewujudkan masyarakat yang religius dan harmonis.
(msa/azd)
