Banjarnegara (Humas) – Jumat (21/11), suasana Gedung IPHI Pandanarum penuh dengan aktivitas para pengungsi yang masih berusaha memulihkan diri dari bencana longsor Situkung. Di tengah kepadatan itu, hadir dua petugas KUA Pandanarum yaitu Bambang Utomo dan Febri Imawan yang datang khusus untuk memberikan pelayanan pendaftaran nikah secara kepada pasangan calon pengantin (catin) yang terdampak langsung jemput bola oleh musibah tersebut.
Langkah jemput bola ini merupakan bentuk kepedulian KUA Pandanarum untuk tetap memastikan pelayanan publik tetap berjalan, sekaligus memberikan kemudahan bagi warga yang sedang berada dalam kondisi darurat. Keduanya memberikan pendampingan lengkap mulai dari pengecekan berkas, pengisian formulir, hingga konsultasi terkait pelaksanaan akad nikah yang kini terhambat situasi bencana.
Pasangan catin yang dilayani adalah pasangan yang kini mengungsi di gedung tersebut. Calon pengantin wanita yaitu Yesi Ananda, tengah menghadapi cobaan berat. Ibunya menjadi salah satu korban longsor yang hingga kini belum ditemukan. Dalam kondisi yang penuh duka, Yesi tetap berusaha menyelesaikan administrasi pernikahan. Ia berharap akad dapat dilangsungkan setelah jenazah ibunya ditemukan, sesuai dengan tradisi Jawa yang dikenal dengan “bata rubuh” yakni penyelenggaraan akad nikah yang dilakukan di depan jenazah sebagai penghormatan terakhir.
Bambang Utomo menyampaikan bahwa pelayanan jemput bola ini dilakukan sebagai respon cepat terhadap situasi darurat. “Kami ingin memastikan bahwa hak-hak masyarakat tetap terpenuhi meskipun mereka sedang berada dalam pengungsian. Pelayanan nikah adalah salah satu kebutuhan penting, dan kami hadir untuk mempermudah,” ujarnya.
Sementara itu, Febri Imawan menambahkan bahwa kondisi psikologis catin juga menjadi perhatian utama. “Di masa sulit seperti ini, kami tidak hanya melayani administrasi, tapi juga memberi dukungan moral. Kami memahami bahwa setiap keluarga pengungsi sedang mengalami tekanan berat,” katanya.
Pelayanan yang dilakukan di pengungsian ini menjadi bukti nyata bahwa KUA Pandanarum tidak hanya terbatas pada kantor pelayanan resmi, tetapi mampu hadir secara langsung menyapa masyarakat yang membutuhkan. Hal ini juga menunjukkan bahwa pemerintah melalui KUA tetap bekerja maksimal meskipun situasi wilayah sedang tidak stabil.
Dengan adanya pelayanan jemput bola ini, diharapkan proses administrasi tetap berjalan lancar dan pasangan catin dapat memperoleh kepastian hukum atas rencana pernikahannya. KUA Pandanarum menegaskan komitmennya untuk terus hadir bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang sedang menghadapi musibah seperti bencana longsor Situkung.
(ev/ azd)







