Banjarnegara (Humas) – Semangat pelayanan kepada masyarakat terus ditunjukkan oleh Pendamping Proses Produk Halal (PPH) KUA Kecamatan Mandiraja, Mariyah. Di sela-sela tugas piket di Gerai Kementerian Agama Mal Pelayanan Publik (MPP) Banjarnegara pada Rabu (20/5/2026), ia tetap aktif melakukan pendekatan langsung kepada pelaku usaha kecil yang berjualan di sekitar kawasan MPP.
Salah satu pelaku usaha yang ditemui adalah Ngapiyah, penjual makanan tradisional seperti lupis, cenil, dan grontol. Meski usianya tidak lagi muda, Ngapiyah tetap bersemangat berjualan keliling demi membantu memenuhi kebutuhan keluarga. Kehadirannya dengan dagangan tradisional khas Jawa menarik perhatian pengunjung di sekitar kawasan MPP.
Melihat kondisi tersebut, Mariyah melakukan pendekatan persuasif dengan memberikan edukasi mengenai pentingnya sertifikat halal bagi pelaku usaha makanan, termasuk usaha kecil dan tradisional. Menurutnya, pelaku UMKM tradisional juga memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendampingan dan sertifikasi halal secara mudah melalui program pemerintah.
“Kami ingin pelaku usaha kecil seperti Ibu Ngapiyah tetap semangat mengembangkan usahanya. Produk tradisional juga memiliki potensi besar jika didukung dengan legalitas dan jaminan halal,” ujar Mariyah.
Dalam kesempatan itu, Mariyah juga menjelaskan mengenai program sertifikasi halal self declare yang dapat diakses oleh pelaku usaha mikro dengan proses yang lebih sederhana. Pendekatan jemput bola seperti ini dilakukan agar informasi tentang layanan halal tidak hanya diterima oleh pelaku usaha besar, tetapi juga menjangkau pedagang kecil yang selama ini minim akses informasi.
Ngapiyah mengaku senang mendapat perhatian dan penjelasan langsung terkait sertifikat halal. Selama ini dirinya hanya fokus berjualan dan belum memahami proses pengurusan sertifikasi halal untuk produknya. “Saya senang diberi penjelasan seperti ini. Ternyata usaha kecil juga bisa dibantu mengurus sertifikat halal,” ungkapnya dengan wajah penuh semangat.
Kegiatan pendekatan langsung kepada pelaku usaha ini menjadi bagian dari komitmen KUA Mandiraja dalam mendukung penguatan ekonomi umat melalui layanan halal yang inklusif dan menyentuh masyarakat bawah. Selain memberikan edukasi, langkah tersebut juga menjadi bentuk kepedulian terhadap pelestarian kuliner tradisional yang masih bertahan di tengah perkembangan zaman.
Melalui pendekatan humanis dan pelayanan aktif di lapangan, KUA Mandiraja berharap semakin banyak pelaku UMKM kecil yang terdorong untuk meningkatkan kualitas usahanya, sehingga mampu berkembang lebih baik dan mendapat kepercayaan lebih luas dari masyarakat.
(m/azd)







