Banjarnegara (Humas) – Semangat belajar Al-Qur’an terlihat dari antusiasme tiga ibu-ibu di Desa Singamerta tepatnya dusun Dirun yang mengikuti kegiatan Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) bersama Penyuluh Agama Islam. Meski sudah lanjut usia, hal tersebut tidak mengurangi semangat mereka untuk belajar mengenal huruf hijaiyah, memperbaiki bacaan, hingga belajar tajwid secara perlahan. (19/5/2026)
Kegiatan yang dilaksanakan di pondok bambu sederhana yang biasanya digunakan untuk kegiatan majelis taklim warga sekitar dusun Dirun ini berawal dari kesadaran salah satu ibu yang merasa malu ketika Bulan Ramadhan yang lain tadarus Qur’an tapi belum bisa mengikuti karena keterbatasannya dalam membaca Qur’an. Dari hal tersebut beliau mengajak beberapa ibu-ibu yang mau belajar dan berkonsultasi dengan penyuluh meminta untuk diadakan kegiatan baca tulis Qur’an bagi ibu-ibu.
Penyuluh Agama Islam Sigaluh sangat mengapresiasi keinganan tersebut, niat yang luar biasa baik itu disambut oleh penyuluh dan diadakan kegiatan BTQ bagi ibu-ibu. Meskipun dalam kegiatan hanya beberapa orang yang hadir tidak menyurutkan semangat penyuluh untuk menumbuhkan motivasi belajar agama tanpa memandang usia yang awalnya peserta mengaku merasa minder dan malu karena belum lancar membaca Al-Qur’an.
Dengan suasana santai dan penuh kekeluargaan, penyuluh agama memulai kegiatan dengan terlebih dahulu memberikan motivasi untuk selalu percaya diri dalam belajar. “Tidak ada kata terlambat untuk belajar apalagi Al Qur’an. Sudah punya niat baik saja sudah bernilai kebaikan, apalagi dapat terlaksana dan ditekuni dengan istiqomah terus memperbaiki sedikit demi sedikit dalam belajar. Jangan juga hanya fokus pada hasil akhir tapi bagaimana dalam prosesnya, soal hasil bisa atau tidak bisa serahkan pada yang Maha Memberi Petunjuk, Maha Membuka, Maha Memberi Kepahaman kepada kita semua,” ujar salah satu Penyuluh.
Pembelajaran pada pertemuan pertama ini diawali dengan kegiatan membaca beberapa suratan pendek bersama untuk mengetahui sampai mana masing-masing peserta bisa membaca. Dan akan dilanjutkan dengan metode yang mudah bagi ibu-ibu keeseokan harinya. Suasana belajar yang hangat membuat peserta merasa nyaman dan termotivasi untuk terus hadir mengikuti pembelajaran.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan ibu-ibu semakin semangat belajar membaca Al-Qur’an tanpa merasa malu ataupun minder, karena setiap proses belajar merupakan bagian dari ikhtiar mendekatkan diri kepada Allah Swt.
(ef/azd)







