Banjarnegara (Humas) – Dua gadis bersaudara asal Desa Karanganyar, Kecamatan Purwanegara, menunjukkan kekompakan yang jarang terjadi dengan mengikuti kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) mandiri secara bersama-sama. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin (19/1/2026), sebagai bagian dari persiapan menuju kehidupan rumah tangga.
Kedua calon pengantin tersebut adalah Menur Arum Anggelita, yang akan menikah dengan Wahyu Hidayatulloh asal Desa Pingit, Kecamatan Rakit, serta adiknya Arum Kurniawati, yang akan dipersunting Wajar Assato’i dari Desa Gumelem, Kecamatan Susukan. Meski memiliki pasangan dan jadwal akad yang berbeda, keduanya memilih mengikuti Bimwin secara bersamaan sebagai bentuk saling mendukung dalam mempersiapkan pernikahan.
Bimwin mandiri ini menghadirkan pemateri Penyuluh Agama Islam Kecamatan Purwanegara, Imam Sarifudin. Dalam penyampaiannya, ia menekankan bahwa pernikahan bukan hanya persoalan seremonial, tetapi sebuah ikatan ibadah jangka panjang yang membutuhkan kesiapan lahir dan batin.
“Pernikahan bukan sekadar menyatukan dua orang, tetapi juga dua karakter, dua latar belakang, dan dua keluarga. Karena itu, suami dan istri harus memiliki komitmen, tanggung jawab, serta kesiapan mental dalam menghadapi dinamika rumah tangga,” ujar Imam Sarifudin dalam materinya.
Ia juga menegaskan pentingnya peran suami sebagai pemimpin keluarga dan istri sebagai pendamping yang saling menguatkan. Menurutnya, pemahaman tentang hak dan kewajiban masing-masing menjadi kunci terciptanya keluarga yang harmonis.
“Suami istri harus saling memahami tugas dan perannya. Jika komunikasi berjalan dengan baik, insyaallah permasalahan rumah tangga bisa diselesaikan tanpa memperbesar konflik,” tambahnya.
Selain itu, peserta Bimwin juga dibekali materi tentang pengelolaan emosi, ekonomi keluarga, serta pentingnya menjaga nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari. Imam Sarifudin mengingatkan agar pasangan suami istri senantiasa menjadikan musyawarah sebagai jalan utama dalam mengambil keputusan.
“Keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah tidak hadir dengan sendirinya, tetapi dibangun melalui kesabaran, saling menghormati, dan keikhlasan dalam beribadah bersama,” pungkasnya.
Kekompakan dua kakak beradik ini menjadi perhatian tersendiri. Mereka mengikuti seluruh rangkaian Bimwin dengan serius dan aktif berdiskusi, menunjukkan kesungguhan dalam mempersiapkan diri sebelum melangkah ke jenjang pernikahan.
Sesuai rencana, Menur Arum Anggelita akan melangsungkan akad nikah pada 7 Februari 2025, sedangkan Arum Kurniawati dijadwalkan melaksanakan akad nikah pada 9 Februari 2025. Meski dilaksanakan pada tanggal yang berbeda, keduanya berharap dapat memulai kehidupan rumah tangga dengan bekal ilmu dan pemahaman yang sama.
Kegiatan Bimwin mandiri ini menjadi bukti pentingnya bimbingan pranikah bagi calon pengantin. Selain memberikan pemahaman keagamaan, Bimwin juga berperan sebagai sarana pembekalan agar pasangan siap membangun keluarga yang harmonis, bertanggung jawab, dan berlandaskan nilai-nilai Islam.
(HS, azd)







