Banjarnegara – Memasuki pertengahan bulan Ramadhan, kegiatan kultum di MI Ma’arif Al Falah Joyokusumo (MIMAU) masih rutin dilaksanakan. Kali ini disampaikan oleh Humaira murid kelas IV A tentang topik yang menarik yaitu hal yang membatalkan puasa, pada Jum’at (27/2/2026).
Topik kegiatan ini yang dilaksanakan di Masjid Baitul Falah bertujuan untuk mampu menjaga ibadah puasa agar tidak gugur karena hal yang membatalkannya. Dalam penyampaiannya, ia menjelaskan bahwa pembatal puasa bisa dipicu karena perbuatan maksiat dan sesuatu haram yang disengaja.
“Teman-teman puasa bukan cuma menahan lapar haus tapi menjaga perbuatan maksiat dan kalau ada makan sengaja itu bisa membatalkan puasa atau perbuatan haram yang disengaja juga bisa membatalkan,” ungkapnya.
Dalam kultumnya, hal pembatal tersebut berupa makan minum sengaja, muntah sengaja, memasukkan benda ke dalam lubang tubuh, haid/nifas bagi perempuan, dan orang yang hilang akal. Hal tersebut adalah sesuatu yang membatalkan puasa seperti yang disampaikan Humaira.
Pendamping kultum, Susri Anti menyampaikan supaya memperhatikan hal yang membatalkan puasa ini karena bisa jadi puasa yang dijalankan menjadi tidak sah.
“Anak-anak juga harus memperhatikan yang disampaikan Humaira tentang hal yang membatalkan puasa jika kita lakukan bisa jadi puasanya tidak sah,”jelasnya.
Edukasi ini penting disampaikan kepada murid agar bisa menghindari perbuatan yang menjadi pembatal ketika berpuasa Ramadhan. (RF).







