Entaskan Buta Baca Al-Quran Di Kampung Relokasi Bencana Tanah Longsor, Penyuluh Agama Pagentan Lakukan Program MEMBERONTAQ

Banjarnegara ( Humas ) – Penyuluh Agama Islam (PAI) Non PNS Kec. Pagentan, Rosidi seorang Penyuluh Agama Islam atau yang sering di panggil kak Ros Laksanakan Program MEMBERONTAQ, “Memberantas buta huruf Al Quran”, di Dusun Kaliglagah Desa Gumingsir Kec. Pagentan 20/08/2024. Salah satu dusun terpencil dan terisolir karena dampak tanah longsor, berakibat jalannya ekstrem, terjal dan berbatu sehingga hanya bisa di akses dengan sepeda motor, itupun memerlukan skill khusus.

Dalam kesempatan tersebut kak Ros  mengatakan bahwa  masih ada banyak  anak anak yang belum bisa baca tulis Alquran, dan tidak ada kegiatan belajar mengajar.

“Karena ini saya merasa terpanggil untuk bekerja sama dengan pemangku kebijakan dan tokoh masyarakat sehingga terbentuknya Program MEMBERONTAQ”. ucapnya

Perjalanan yang di tempuh kak Ros  15 menit dengan sepeda motor, dan terbentang sungai tanpa jembatan yang harus di lalui, namun tidak menjadi rintangan yang yang berarti bagi kak Ros.

“Tokoh masyarakat berterimakasih dan mengapresiasi yang setinggi tingginya kepada kak Ros atas responsifnya akan situasi yang terjadi di kampung kami ,dengan segala keterbatasan yang kami punya. Semoga kontribusinya dengan mendedikasikan jiwa dan raganya untuk memberikan tarbiyatul aulad ( pendidikan keagamaan terhadap anak )  menjadi bagian ladang amal bagi beliau,” ungkap Kardiman, Kadus Kaliglagah sembari melontarkan senyuman simetris.

Kegiatan belajar mengajar ( KBM ) di lakukan setiap hari di mulai pukul 16 : 00 WIB S/d pukul 18 :00 WIB dengan jumlah santri 15 Anak putra putri, dimulai sholat Asyar berjamaah dan di lanjutkan dengan pembelajaran. Materi yang di sampaikan dari Baca tulis Alquran, Fiqih Ibadah, Aqidah dan akhlak dan sebagainya.

“Harapannya nanti setelah selesai KBM, anak –anak selain bisa membaca Alquran, juga dapat membentuk akhlak yang mulia,” ucapnya

“Mendidik akhlak pada manusia itu di awali dari masa anak-anak, ingatlah ada sebuah kalimat bijak yang mengatakan “ mendidik anak ibaratnya mengukir tulisan diatas batu “. Apa apa yang kita ajarkan ke anak -anak, itulah yang akan terpatri kuat di dalam jiwa anak-anak,” pungkasnya (R)

Skip to content