Finalisasi Puisi Kelas 7B Unggulan Sastra dan Seni MTs Negeri 1 Banjarnegara Siap Menuju Penerbitan Antologi

Banjarnegara — Kelas 7B Unggulan Sastra dan Seni MTs Negeri 1 Banjarnegara menggelar kegiatan Finalisasi Puisi pada Sabtu (13/12). Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam proses kreatif siswa, karena ditujukan untuk mematangkan karya sebelum diterbitkan dalam sebuah buku antologi puisi. Sejak pagi hingga berakhir pukul 14.30 WIB, para siswa mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh antusias, disiplin, dan semangat berkarya.

Finalisasi puisi ini dipandu oleh Linara selaku guru pembimbing kelas unggulan Sastra dan Seni kelas 7. Kegiatan diawali dengan motivasi dan sambutan dari Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H Yatiman. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya literasi sastra sebagai fondasi pembentukan karakter, kepekaan rasa, serta kemampuan berpikir kritis peserta didik.

“Karya sastra, khususnya puisi, adalah cermin kedalaman berpikir dan kehalusan budi. Saya bangga dengan kelas 7B unggulan Sastra dan Seni yang sejak dini sudah diarahkan untuk tidak hanya membaca, tetapi juga mencipta. Target menerbitkan buku antologi puisi adalah langkah berani dan patut diapresiasi,” ujar H Yatiman. Ia juga berharap proses ini dapat melahirkan generasi penulis muda yang percaya diri dan berdaya saing.

Linara menjelaskan bahwa finalisasi ini merupakan tahap krusial setelah proses panjang eksplorasi ide, penulisan, dan revisi. Pada tahap ini, siswa menata kembali pilihan diksi, kekuatan imaji, kesesuaian tema, serta ketepatan tipografi puisi.

“Kami ingin memastikan setiap puisi memiliki karakter, keutuhan makna, dan keindahan bentuk. Anak-anak belajar bahwa menulis puisi bukan sekadar menumpahkan perasaan, tetapi juga meramu bahasa dengan kesadaran estetika,” jelas Linara.

Adapun puisi-puisi yang dibuat siswa mencakup beragam jenis, antara lain puisi elegi, epigram, himne, ode, balada, dan puisi bebas. Keragaman ini menunjukkan keluasan eksplorasi tema dan gaya ungkap siswa. Selain itu, para siswa juga menerapkan beberapa tipografi puisi, seperti baris berhitung, distikon, terzina, kuatrain, dan kuint, yang memperkaya tampilan visual sekaligus struktur puisi.

Selama proses finalisasi, siswa saling membaca karya, memberikan masukan, dan melakukan penyuntingan mandiri dengan bimbingan guru. Suasana kelas terasa hidup oleh diskusi kecil tentang rima, majas, dan pemilihan kata. Senja, salah satu siswa kelas 7B, mengaku kegiatan ini membuatnya semakin percaya diri menulis.

“Awalnya saya ragu dengan puisi saya, tapi setelah difinalisasi dan mendapat masukan, saya jadi lebih yakin. Ternyata menulis puisi itu proses belajar yang menyenangkan,” ungkapnya.

Amira, siswa lainnya, menyampaikan bahwa target menerbitkan buku antologi menjadi motivasi tersendiri.

“Mengetahui puisi kami akan dibukukan membuat kami lebih serius. Saya jadi lebih teliti memilih kata dan memperbaiki bait. Rasanya bangga bisa jadi bagian dari buku nanti,” katanya dengan antusias.

Hal senada diungkapkan Naufal. Menurutnya, pengalaman menyelesaikan tujuh puisi dalam satu rangkaian kegiatan adalah tantangan yang berharga.

“Setiap jenis puisi punya kesulitan sendiri. Tapi dengan bimbingan Bu Linara, kami jadi paham dan berani bereksperimen. Saya tidak sabar melihat hasil akhirnya dicetak,” ujarnya.

Kegiatan finalisasi ini berakhir pukul 14.30 WIB dengan capaian menggembirakan. Setiap siswa berhasil menyelesaikan tujuh buah puisi yang siap memasuki tahap penerbitan dan percetakan. Dengan capaian tersebut, kelas 7B Unggulan Sastra dan Seni MTs Negeri 1 Banjarnegara semakin mantap melangkah menuju terbitnya buku antologi puisi sebagai wujud nyata pembelajaran berbasis karya dan literasi kreatif. (Fy)

Skip to content