GALI ILMU KURIKULUM BARU, MIMAU IKUTI WORKSHOP IKM PENGEMBANGAN DIRI

Banjarnegara (Humas) – Memasuki Tahun ajaran baru 2024/ 2025 pelaksanaan Kurikulum Merdeka akan dilaksanakan secara keseluruhan kelas di MI Ma’arif Al Falah Joyokusumo (MIMAU), untuk itu MIMAU mengikuti Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) di Surya Yudha. Workshop IKM ini berlangsung selama enam hari dari hari Senin sampai hari Sabtu (5-10 Agustus 2024).

Di lingkungan Kementerian Agama penerapan kurikulum merdeka sudah dimulai sejak tahun pelajaran 2022/ 2023 secara bertahap.  Workshop ini diikuti MIMAU secara dua fase yaitu Fase A guru kelas 2 dan Fase B guru kelas 5. Dan MIMAU menjadi salah satu madrasah yang menerapkan kurikulum merdeka pada mulai tahun pelajaran 2023/2024 lalu.

Kegiatan workshop dimulai pukul 08.00 wib hingga usai pukul 15.00 wib. Dan dihadiri oleh 229 guru kelas 2 dari seluruh MI di kabupaten Banjarnegara. Dengan pembagiannya sebanyak 146 guru di Rejasa room dan sebanyak 83 guru di Surya room. Kegiatan workshop IKM ini diselenggarakan oleh KKMI Kabupaten Banjarnegara dan didukung penuh oleh Kemenag Banjarnegara. Dalam mempersiapkan penerapan kurikulum baru ini MIMAU mengikutsertakan guru kelas 2 dan 5 untuk mengikuti kegiatan tersebut. Workshop ini menghadirkan narasumber dari balai diklat keagamaan Semarang – Jawa Tengah yaitu Rr. Sri Sukarni Katamwatiningsih dan Ratna Prilianti.

Tujuan MIMAU mengikutsertakan gurunya dalam workshop ini yaitu menguatkan tugas pokok dan fungsi guru, sekaligus untuk menggali ilmu dan memperkuat pemahaman guru terkait kurikulum merdeka. Seperti halnya yang disampaikan Wahyul Khomisah selaku kepala madrasah mengungkapkan bahwa Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka ini sangat penting untuk madrasah yang sedang ataupun yang belum menerapkan kurikulum merdeka.

“Workshop IKM ini jelas sangat penting untuk dilaksanakan dan diikuti, demi menguatkan tugas pokok dan fungsi guru. Sekaligus meningkatkan mutu Pendidikan yang ada di madrasah kita. Semoga ilmu yang didapat bermanfaat dan dapat digunakan dalam penerapan kurikulum merdeka kedepannya.” Jelas Wahyul

Pada kesempatan yang sama, Wahyul berharap para guru mampu memahami konsep Kurikulum Merdeka. “Kami berharap dengan adanya workshop ini, para guru mampu memahami konsep Kurikulum Merdeka dan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Rahmatan Lil ‘Alamin (P5RA) serta mampu mengimplementasikan Kurikulum Merdeka pada Tahun Pelajaran ini dan selanjutnya,” tegas Wahyul.

Materi pada workshop berisi tentang cara membuat administrasi dalam kurmer ini. Peserta di ajari menentukan jam pelajaran sampai langkah menyusun modul ajar secara mandiri. Dua guru kelas 2 MIMAU pun ikut serta dan semangat dalam menggali ilmu yang disampaikan narasumber. Adalah Nuri Fatimah dari kelas 2A dan Rosi Lisdiana dari kelas 2B.

Para peserta mengikuti rangkaian workshop dengan semangat belajar secara antusias. Itulah yang disampaikan Nuri di hadapan teman guru MIMAU lainnya seusai mengikuti kegiatan tersebut. “setelah mengikuti workshop ini saya jadi tambah ilmu lagi, tambah pengalaman dan tambah teman juga. Dan karena ini workshop tentu ada produk yang dihasilkan. Nanti kami akan membagikan template modul ajar yang kami perolehi dan nanti kita belajar bersama membuat modul berdasarkan template tersebut,” tutur Nuri saat menyampaikan rencana tindak lanjut.

Diantara kunci keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka di madrasah adalah kesungguhan guru memberikan layanan pembelajaran terdiferensiasi pada peserta didik yaitu memberikan hak belajar peserta didik sesuai dengan level kemampuan mereka. Seperti halnya pesan yang disampaikan Ratna Prilianti Narsum kali ini. “ Mendidik dengan hati, mengajar dengan inovasi,” pesan Ratna di hadapan seluruh peserta workshop sebelum menutup kegiatan.(Nf/La)

Skip to content