Gendong Anak Sambil Menimba Ilmu, Penyuluhan KUA Purwanegara Hidupkan Semangat Ibu Balita

Banjarnegara (Humas) — Suasana sederhana namun penuh kehangatan terasa di teras rumah Ibu Miskiyah, Desa Gumiwang, pada Jumat pagi (17/4/2026). Di tempat itulah, sekitar 20 ibu yang tergabung dalam kelas ibu balita Posyandu Murnisari 7 berkumpul, mengikuti kegiatan bimbingan dan penyuluhan agama yang disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Purwanegara, Retno Purnawati.

Dengan suasana yang santai namun tetap khidmat, para ibu tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut. Sebagian dari mereka hadir sambil menggendong anak-anaknya yang masih balita, menciptakan pemandangan yang hangat dan penuh kasih sayang. Meski dalam keterbatasan tempat, semangat belajar dan kebersamaan begitu terasa.

Dalam kesempatan tersebut, Retno Purnawati menyampaikan materi bertema “Peran Seorang Ibu dalam Membangun Suasana Tenang, Penuh Cinta, dan Keberkahan dalam Keluarga.” Ia menekankan bahwa ibu memiliki peran yang sangat strategis dalam membentuk karakter dan suasana rumah tangga.

“Ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Dari seorang ibu, anak belajar tentang cinta, kesabaran, dan nilai-nilai kehidupan. Maka ketika seorang ibu mampu menghadirkan ketenangan dan kasih sayang di rumah, insyaAllah keberkahan akan mengikuti keluarga tersebut,” tutur Retno dengan bahasa yang sederhana namun menyentuh hati.

Ia juga mengajak para ibu untuk tetap menjaga keseimbangan antara kesibukan mengurus rumah tangga dengan kebutuhan spiritual, seperti menjaga shalat, memperbanyak dzikir, dan menciptakan komunikasi yang baik dengan anggota keluarga.

Sesekali, suasana menjadi cair dengan selipan contoh-contoh ringan dan humor yang membuat para peserta tersenyum dan merasa lebih dekat dengan materi yang disampaikan. Hal ini membuat penyuluhan tidak terasa membosankan, bahkan justru menjadi momen yang dinantikan.

Kader Posyandu Murnisari, Rini Ngasriyati, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, penyuluhan seperti ini sangat penting bagi para ibu, terutama yang sehari-hari disibukkan dengan mengurus anak dan rumah tangga.

“Penyuluhan ini sangat bermanfaat sekali, apalagi untuk ibu-ibu yang notabennya sibuk. Dengan adanya kegiatan seperti ini, kami bisa mendapatkan ilmu sekaligus motivasi untuk menjadi ibu yang lebih baik,” ungkapnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai bagian dari upaya pembinaan keluarga sakinah di masyarakat. Dengan pendekatan yang sederhana dan menyentuh langsung kehidupan sehari-hari, peran penyuluh agama menjadi sangat penting dalam membangun keluarga yang harmonis, penuh cinta, dan keberkahan.

Di akhir kegiatan, para ibu tampak masih berbincang hangat, berbagi cerita, serta saling menguatkan satu sama lain. Sebuah potret sederhana, namun sarat makna tentang pentingnya kebersamaan, ilmu, dan peran seorang ibu dalam membangun generasi masa depan. 

(rp/azd)

Skip to content