GERAKAN AYAH MENGAMBIL RAPOR, MIMAU LIBATKAN ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN ANAK

Banjarnegara – MI Ma’arif Al Falah Joyokusumo (MIMAU) melaksanakan kegiatan pengambilan rapor siswa semester ganjil dengan mengikuti program dari pemerintah yaitu Gerakan Ayah Mengambil Raport (Gemar). Kegiatan Gemar dilaksanakan pada Sabtu, (27/12/2025) yang bertempat di Surya Yudha Park 2, tepatnya di Lahan Dahar.

Dilansir dari detik.com bahwa program Gemar yang diadakan oleh pemerintah ini tertuang dalam SE Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Nomor 14 Tahun 2025 tentang Gerakan Ayah Mengambil Raport. Surat edaran ditetapkan pada 1 Desember 2025 oleh Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga), Wihaji.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat peran ayah dalam mengasuh dan mendidik anak sejak dini. Dengan kehadiran seorang ayah pada momen – momen penting. Maka akan menciptakan kedekatan emosional yang dapat memberi pengeruh positif terhadap rasa percaya diri, kesiapan dan kenyamanan pada siswa dalam proses belajarnya.

Wali kelas IV B, Andira Yufita, mengatakan bahwa sejak pagi para ayah tampak hadir ke Lahan Dahar untuk menerima rapor dan berdiskusi langsung dengan wali kelas masing-masing mengenai perkembangan putra – putrinya selama di sekolah. Selain pengambilan rapor, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai ajang untuk berkomunikasi antara pihak madrasah dan orang tua terkait capaian belajar, sikap, serta potensi peserta didik. Guru-guru memberikan penjelasan mengenai hasil belajar dan saran pendampingan yang dapat dilakukan orang tua di rumah.

 “sejak pagi para Ayah sudah datang ke Lahan Dahar. Karena registrasi untuk pengambilan nomor antri raport dimulai dari jam 07.45 – 7.50. setelah itu baru kegiatan pengambilan rapor dilakukan. Kegiatan ini langsung digunakan oleh para wali murid untuk menanyakan perkambangan anak – anaknya seperti apa”, ujarnya.

Namun, meski telah mengikuti program pemerintah Gemar, tidak semua yang mengambil rapor siswa adalah para Ayah, tetapi ada beberapa Ibu siswa yang mengambil rapor. Hal ini karena ada beberapa Ayah para siswa yang bekerja di luar kota dan belum bisa untuk mengambil rapor putra – putrinya. Meski begitu, hal ini tidak menjadi masalah, dan pengambilan rapor siswa pun berjalan dengan lancar.

Dengan terlaksananya kegiatan Gemar ini, diharapkan agar para Ayah juga mengetahui perkembangan putra – putrinya seperti apa. Mengingat jika ada pengambilan rapor siswa  sering dihadiri oleh para Ibu. Maka dengan adanya kebijakan dari pemerintah ini diharapakan mampu mengurangi istilah Fatherless yang marak beredar di media sosial. (RN).

Skip to content