Banjarnegara – Gugus Depan (Gudep) MIFABARA terus memantapkan pembinaan kepramukaan bagi peserta didik golongan Siaga. Salah satu fokus pembinaan dilakukan melalui penguatan materi Syarat Kecakapan Umum (SKU) secara bertahap, mulai dari Siaga Mula, Siaga Bantu, hingga Siaga Tata, sebagai bekal menuju jenjang kecakapan yang lebih tinggi, termasuk Pramuka Garuda.(26/9)
Kegiatan pembinaan dilaksanakan secara bertahap dan disesuaikan dengan tingkat perkembangan peserta didik. Materi tidak hanya diarahkan pada kemampuan menghafal atau memahami teori, tetapi juga pada praktik dan pembiasaan sikap dalam kehidupan sehari-hari.
Pada tahap Siaga Mula, peserta didik diperkenalkan dengan dasar-dasar kepramukaan, kedisiplinan, kemandirian, kerja sama, serta pembiasaan melakukan hal-hal sederhana yang mencerminkan nilai-nilai Dwi Satya dan Dwi Darma. Selanjutnya, pada tingkat Siaga Bantu, peserta didik diarahkan untuk semakin terampil menerapkan pengetahuan dan kecakapan yang telah diperoleh.
Sementara itu, pada tingkat Siaga Tata, pembinaan mulai diarahkan pada penguatan tanggung jawab, kepemimpinan sederhana, keterampilan, kepedulian terhadap lingkungan, serta kemampuan menjadi teladan bagi teman-temannya. Setiap tahapan menjadi proses yang saling berkaitan dan membentuk karakter peserta didik secara berkelanjutan.
Pembina Pramuka Gudep MIFABARA menyampaikan bahwa uji SKU bukan sekadar kegiatan untuk memperoleh tanda kecakapan, melainkan bagian dari proses pendidikan karakter.
“Kami ingin anak-anak memahami bahwa setiap tingkatan SKU adalah proses. Mereka belajar sedikit demi sedikit, kemudian mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dari Siaga Mula, Bantu, hingga Tata, harapannya mereka semakin mandiri, disiplin, bertanggung jawab, dan percaya diri,” ungkap pembina.
Kepala MI Al Fatah Parakancanggah, Durotun Nafisah, mengapresiasi proses pembinaan yang dilakukan Gudep MIFABARA. Menurutnya, kegiatan kepramukaan menjadi salah satu ruang penting untuk menumbuhkan karakter dan kecakapan peserta didik.
“Pramuka bukan hanya tentang kegiatan di lapangan, tetapi bagaimana anak-anak belajar bertanggung jawab, bekerja sama, mandiri, dan memiliki kepedulian. Semoga proses pembinaan SKU ini dapat mengantarkan mereka menjadi pribadi yang tangguh dan berakhlakul mulia,” tuturnya.
Pembinaan yang dilakukan secara konsisten diharapkan mampu menumbuhkan semangat peserta didik untuk terus menyelesaikan setiap tahapan kecakapan. Lebih jauh, Gudep MIFABARA ingin memberikan ruang bagi para peserta didik untuk berkembang hingga mampu memenuhi berbagai persyaratan menuju Pramuka Garuda. (nas)







