Banjarnegara – Dalam upaya meningkatkan kualitas guru untuk pembelajaran dan memperkuat karakter cinta dalam kurikulum nasional, MI Ma’arif Al-Falah Joyokusumo mendelegasikan 2 guru kelas yaitu Nurul Khikmah dan Andira Yufita untuk mengikuti workshop implementasi kurikulum berbasis cinta dan pembelajaran mendalam (KBC dan PM). Kegiatan ini berlangsung 2 hari Jum’at-Sabtu, (19-20/09/2025) bertempat di Hotel Surya Yudha, Rejasa, Banjarnegara.
Workshop ini diselenggarakan KKMI Banjarnegara yang dihadiri 202 peserta dari guru kelas MI Kabupaten Banjarnegara sekaligus menghadirkan Ratna Prilianti & Katamwatiningsih sebagai narasumber yang sudah malang melintang mengisi workshop ini di seluruh Indonesia serta dihadiri pengawas RA/MI dan jajaran KKMI. Mengingat banyak peserta, maka workshop dibagi dua tempat untuk efektifitas pemahaman dan kondusifitas.
Nurul Khikmah, salah satu guru MIMAU menempati di Surya Room yang terdiri dari 90 peserta. Kegiatan hari pertama dimulai dengan Pembukaan dihantarkan oleh Panitia (KKMI Kabupaten Banjarnegara), dan dibuka resmi oleh Pengawas Madrasah. Kemudian penyampaian materi berkaitan dengan kurikulum berbasis cinta dan pembelajaran mendalam.
Acara dilanjutkan dengan materi Desain pembelajaran KBC dan PM membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) KBC dan PM. Setelah ishoma peserta workshop praktik membuat RPP pembelajaran mendalam dan kurikulum berbasis cinta. Peserta dibagi menjadi 8 kelompok untuk saling bekerja sama, setelah selesai peserta akan berkeliling ke kelompok lain untuk mengidentifikasi sudah selesai atau belum. Adapun pesan dari narasumber kepada peserta yaitu workshop ini sebagai pembiasaan guru dalam pembelajaran
“Sebenarnya kurikulum KBC dan PM ini sudah dilaksanakan di Madrasah, namun hanya sebagai pembiasaan saja, karena KBC PM ini menitik beratkan pada pembelajaran karakter, pembelajaran pengalaman, perhatian mendalam pada aspek sosial dan emosional dalam pendidikan”, pesannya ketika mengisi workshop
Lanjut hari kedua, diawali review materi kemudian penyampaian materi Asasmen Pembelajaran pada pembelajaran mendalam dan kurikulum berbasis cinta. Setelah itu, dilanjut penyusunan asasmen PM dan KBC sebagai bentuk evaluasi, beberapa peserta maju menampilkan hasil susunannya. Salah satu guru MIMAU menyampaikan respon atas kegiatan ini “Kegiatannya sangat bermanfaat bagi kami guru kelas di Madrasah karena akan membantu dalam membuat rancangan pembelajaran serta menampilkan metode yang menarik bagi anak”, respon Nurul Khikmah peserta workshop dari MIMAU.
Kegiatan ditutup dengan pesan narasumber untuk menyampaikan ilmunya kepada teman-teman di madrasah.
“Peserta diharapkan bisa menyampaikan ilmunya selama dua hari ini kepada teman-teman yang ada di madrasah masing-masing”, pesan Ratna Prilianti kepada peserta. (RF).







