Guru MI MIMUB Ikuti Rapat Koordinasi Program Multilingual , Perkuat Literasi Bahasa Sejak Dini

Banjarnegara – MI Miftahul Mubtadi’in terus berupaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan melalui berbagai inovasi program pembelajaran. Memasuki Tahun Ajaran baru, seluruh guru mengikuti rapat koordinasi sekaligus pelatihan implementasi Program Multilingual  pada Sabtu 11/7 di MI MIMUB. Sebuah program unggulan yang dirancang untuk memperkuat kemampuan literasi bahasa peserta didik sejak dini.

Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh guru MI Miftahul Mubtadi’in dengan penuh antusias. Pelatihan dipandu langsung oleh Rahmah Dewi Umairo, guru Bahasa Inggris yang sekaligus dipercaya sebagai ketua dan penanggung jawab Program Multilingual . Dalam kesempatan tersebut, para guru mendapatkan pembekalan mengenai konsep, strategi pembelajaran, serta teknis pelaksanaan program agar dapat diterapkan secara terintegrasi dalam kegiatan belajar mengajar maupun pembiasaan sehari-hari di lingkungan madrasah.

Program Multilingual  mengusung penguatan literasi dalam tiga bahasa, yaitu Bahasa Inggris, Bahasa Arab, dan Bahasa Jawa. Bahasa Inggris dipilih sebagai bekal peserta didik menghadapi perkembangan global, sementara Bahasa Arab menjadi salah satu kekhasan madrasah yang mendukung pembelajaran keagamaan serta penguatan pemahaman terhadap sumber-sumber Islam. Adapun Bahasa Jawa dihadirkan sebagai bentuk kepedulian madrasah dalam melestarikan budaya daerah sekaligus membangun karakter peserta didik agar tetap mencintai bahasa ibu.

Lahirnya program ini tidak terlepas dari hasil evaluasi madrasah terhadap kemampuan berbahasa peserta didik. Salah satu temuan menunjukkan bahwa sebagian anak mulai jarang menggunakan Bahasa Jawa dalam kehidupan sehari-hari karena lebih terbiasa berkomunikasi menggunakan Bahasa Indonesia di lingkungan keluarga. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius pihak madrasah.

Salah satu masukan datang dari wali murid kelas 3, Ipit, yang menyampaikan harapannya agar madrasah menghadirkan pembiasaan berbahasa Jawa.

“Anak kurang mempelajari Bahasa Jawa karena di rumah terbiasa memakai Bahasa Indonesia, jadi usahakan ada program Dinten Jawi,” ungkap Ipit.

Usulan tersebut mendapat sambutan positif dari pihak madrasah. Dengan semangat kolaborasi antara sekolah dan orang tua, MI Miftahul Mubtadi’in menyusun Program Multilingual  sebagai wadah untuk mengakomodasi aspirasi masyarakat sekaligus menjawab kebutuhan peserta didik di era modern tanpa meninggalkan identitas budaya dan nilai-nilai keislaman.

Kepala Madrasah, Agus Priyatno, S.Ag., M.Pd.I., menegaskan bahwa Program Multilingual  merupakan salah satu program unggulan yang diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi lulusan MI Miftahul Mubtadi’in.

“Program Multilingual  menjadi salah satu program unggulan madrasah. Kami ingin menghadirkan lulusan yang tidak hanya unggul dalam akademik dan akhlak, tetapi juga memiliki kemampuan berbahasa yang baik. Penguasaan Bahasa Inggris membuka wawasan global, Bahasa Arab menguatkan identitas keislaman, sedangkan Bahasa Jawa menjadi upaya nyata melestarikan budaya daerah. Kami berharap program ini menjadi bekal berharga bagi peserta didik dalam menghadapi masa depan,” tutur Agus.

Melalui pelaksanaan Program Multilingual , MI Miftahul Mubtadi’in berharap tercipta budaya literasi bahasa yang hidup di lingkungan madrasah. Sinergi antara guru, peserta didik, dan orang tua menjadi kunci keberhasilan program ini sehingga setiap lulusan tidak hanya memiliki kecakapan akademik, tetapi juga keterampilan komunikasi dalam berbagai bahasa serta karakter yang mencintai budaya dan nilai-nilai luhur bangsa. rs

Skip to content