Guru MIFABARA Berikan Pengayaan dan Pendalaman Materi, Siswa Dilatih Membuat Prediksi Soal

Banjarnegara – Menjelang pelaksanaan Asesmen Sumatif Akhir Tahun (ASAT), guru-guru MIFABARA terus memberikan pengayaan dan pendalaman materi kepada peserta didik. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu siswa memahami kembali materi yang telah dipelajari sekaligus meningkatkan kesiapan mereka dalam menghadapi asesmen.(8/6)

Dalam kegiatan pembelajaran, siswa tidak hanya mengulang materi dan mengerjakan latihan soal, tetapi juga diberi tugas untuk membuat prediksi soal. Dengan bimbingan guru, siswa menyusun berbagai bentuk pertanyaan sesuai indikator yang terdapat dalam tujuan pembelajaran, kemudian mendiskusikan jawaban bersama teman dan guru.

Salah satu guru menjelaskan bahwa kegiatan membuat pertanyaan merupakan strategi belajar aktif yang dapat membantu siswa memahami materi secara lebih mendalam.

“Ketika siswa membuat soal sendiri, mereka harus membaca, memahami, menganalisis, dan menentukan bagian materi yang dianggap penting. Proses ini membuat mereka belajar lebih aktif dibandingkan hanya mengerjakan soal yang sudah tersedia,” jelasnya.

Melalui kegiatan tersebut, siswa belajar melihat materi dari sudut pandang yang berbeda. Mereka tidak hanya berperan sebagai peserta yang menjawab soal, tetapi juga sebagai penyusun soal yang harus memahami konsep, indikator, dan tujuan pembelajaran. Hal ini melatih kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta keterampilan menganalisis materi pelajaran.

Kegiatan membuat pertanyaan memiliki banyak manfaat. Selain memperkuat pemahaman konsep, kegiatan ini membantu siswa mengidentifikasi materi yang belum dikuasai, meningkatkan daya ingat, melatih kemampuan komunikasi, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap proses belajar mereka sendiri.

Kepala madrasah menyampaikan apresiasi kepada guru dan siswa.

“Belajar tidak hanya tentang mencari jawaban yang benar, tetapi juga tentang kemampuan mengajukan pertanyaan yang baik. Dari pertanyaan yang tepat akan lahir rasa ingin tahu, dan dari rasa ingin tahu akan tumbuh pengetahuan yang lebih luas,” tuturnya.

Kegiatan ini mengajarkan bahwa ilmu pengetahuan berkembang karena adanya pertanyaan. Para ilmuwan, penemu, dan tokoh besar dunia memulai perjalanan mereka dengan rasa ingin tahu dan keberanian untuk bertanya. Oleh karena itu, kemampuan menyusun pertanyaan merupakan keterampilan penting yang perlu dilatih sejak usia dini.

Melalui pengayaan, pendalaman materi, dan latihan membuat prediksi soal, MIFABARA berharap peserta didik tidak hanya siap menghadapi ASAT, tetapi juga tumbuh menjadi pembelajar aktif yang kritis, kreatif, dan gemar mencari ilmu.(nas)

Skip to content