Banjarnegara – Dalam upaya meningkatkan kompetensi dan literasi digital pendidik di era transformasi teknologi, guru MI Al Fatah Banjarnegara (MIFABARA) mengikuti International Seminar bertajuk “AI in the Classroom: Enhancing Teaching and Learning | AI Literacy for Teachers: Understanding the Basics” yang diselenggarakan secara daring. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama Pengurus Pusat Kasantri Indonesia dengan Pengurus Pusat Perkumpulan Guru Madrasah Indonesia (PGM Indonesia).(29/1)
Seminar internasional ini menghadirkan pembicara utama Che Azzurahanim Che Abdullah, Post Deputy Director of International Office UPM sekaligus dosen Fakultas Sains Universiti Putra Malaysia (UPM). Beliau merupakan lulusan Ph.D of Biophysics University of Surrey, United Kingdom, yang menyampaikan materi seputar pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam meningkatkan kualitas proses belajar mengajar di kelas.
Acara dibuka dengan Opening Speech oleh Mesiyarti Munir, Ketua Umum Kasantri Indonesia, yang menegaskan pentingnya guru madrasah untuk terus belajar dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. “Guru madrasah harus menjadi pembelajar sepanjang hayat. AI bukan untuk ditakuti, tetapi dipahami dan dimanfaatkan secara bijak untuk mendukung pembelajaran,” ujarnya.
Selanjutnya, Welcome Speech disampaikan oleh Yaya Ropandi, Ketua Umum PP PGM Indonesia. Ia menyampaikan bahwa seminar internasional ini menjadi ruang strategis bagi guru untuk menambah wawasan global. “Melalui kegiatan ini, kami berharap guru madrasah semakin percaya diri menggunakan teknologi, khususnya AI, secara edukatif dan beretika,” tuturnya.
Guru MIFABARA mengikuti seminar dengan penuh antusias dari awal hingga akhir. Salah satu guru MIFABARA menyampaikan kesannya, “Materi yang disampaikan sangat membuka wawasan kami. AI ternyata bisa menjadi alat bantu pembelajaran yang efektif jika digunakan dengan tepat,” ungkapnya.
Kepala MIFABARA juga mengapresiasi keikutsertaan guru dalam kegiatan ini. “Kami mendukung penuh pengembangan kompetensi guru, terlebih dalam menghadapi tantangan pembelajaran abad 21. Seminar internasional ini menjadi bekal penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di madrasah,” ujarnya.
Melalui partisipasi dalam seminar internasional ini, MIFABARA terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang adaptif, inovatif, dan selaras dengan perkembangan zaman.(nas)







