Banjarnegara – Kesehatan guru merupakan salah satu faktor penting dalam menciptakan proses pembelajaran yang optimal. Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan tenaga pendidik, seluruh guru MIFABARA mengikuti kegiatan pemeriksaan tekanan darah (tensi) yang dilaksanakan secara rutin bekerja sama dengan petugas Puskesmas dan Guru Pembina Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).(27/7)
Kegiatan pemeriksaan dilakukan sebelum aktivitas pembelajaran dimulai. Satu per satu guru menjalani pengecekan tekanan darah sebagai bagian dari deteksi dini kondisi kesehatan. para guru menyadari pentingnya menjaga kesehatan agar dapat memberikan pelayanan pendidikan yang maksimal.
Pemeriksaan tekanan darah secara berkala memiliki banyak manfaat, di antaranya membantu mendeteksi lebih awal risiko hipertensi maupun hipotensi, memantau kondisi kesehatan jantung dan pembuluh darah, serta menjadi dasar dalam menerapkan pola hidup sehat. Dengan mengetahui kondisi tekanan darah secara rutin, guru dapat melakukan langkah pencegahan sedini mungkin sehingga risiko penyakit tidak menular dapat diminimalkan.
Selain pemeriksaan, petugas kesehatan juga memberikan edukasi mengenai pentingnya menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Kepala MIFABARA, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk komitmen madrasah dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan produktif.
“Guru adalah teladan bagi peserta didik. Oleh karena itu, kesehatan guru harus menjadi perhatian bersama. Pemeriksaan tekanan darah secara rutin bukan sekadar kegiatan pemeriksaan kesehatan, tetapi juga menjadi langkah preventif agar guru selalu dalam kondisi prima saat mendidik dan membimbing peserta didik. Guru yang sehat akan menghadirkan pembelajaran yang lebih semangat, berkualitas, dan menyenangkan,” ujar beliau.
Sementara itu, Guru Pembina UKS MIFABARA menambahkan bahwa pemeriksaan kesehatan rutin merupakan bagian dari penguatan budaya hidup sehat di lingkungan madrasah.
“Kami berharap kegiatan sederhana seperti cek tekanan darah ini mampu meningkatkan kesadaran seluruh guru untuk lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya. Pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan. Dengan tubuh yang sehat, guru dapat menjalankan tugas secara optimal dan menjadi contoh nyata bagi peserta didik dalam menerapkan gaya hidup sehat,” jelasnya.
Program ini menjadi bagian dari komitmen madrasah dalam mendukung Program Sekolah Sehat, sehingga tercipta lingkungan belajar yang sehat, produktif, dan nyaman bagi seluruh warga madrasah. Sebab, dari guru yang sehat akan lahir pembelajaran yang berkualitas dan generasi yang hebat.(nas)







