Guru MTs Negeri 1 Banjarnegara Ikuti Pelatihan Lanjutan Platform Alef Education

Banjarnegara — Sejumlah guru MTs Negeri 1 Banjarnegara mengikuti kegiatan pelatihan lanjutan Platform Alef Education yang dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting pada Senin (5/1). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari program Transformasi Pembelajaran Digital untuk Madrasah yang sebelumnya telah disosialisasikan oleh Alef Education bekerja sama dengan Kementerian Agama.

Pelatihan lanjutan ini diikuti oleh guru-guru dari berbagai mata pelajaran, khususnya Matematika, Bahasa Arab, dan Bahasa Inggris. Dari MTs Negeri 1 Banjarnegara, pelatihan diikuti antara lain oleh Linara selaku guru Matematika, Musfiatul Muniroh guru Bahasa Arab, serta Slamet Brotoseno guru Bahasa Inggris. Kegiatan berlangsung selama satu jam dan berfokus pada pendalaman penggunaan fitur-fitur lanjutan platform Alef Education untuk mendukung pembelajaran digital yang adaptif dan berbasis data.

Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara menyambut baik pelaksanaan pelatihan lanjutan tersebut. Menurutnya, keikutsertaan guru dalam pelatihan ini merupakan langkah strategis madrasah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di era digital.

“Platform Alef Education memberikan banyak kemudahan bagi guru dalam merancang pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan siswa. Oleh karena itu, kami sangat mendukung guru-guru untuk terus belajar dan mengembangkan kompetensinya melalui pelatihan semacam ini,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa transformasi pembelajaran digital bukan hanya sekadar mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga sebagai upaya meningkatkan efektivitas dan kualitas layanan pendidikan di madrasah.

“Kami berharap setelah pelatihan lanjutan ini, guru dapat lebih optimal memanfaatkan Alef Education dalam proses pembelajaran di kelas, sehingga siswa lebih termotivasi dan hasil belajar dapat meningkat,” tambahnya.

Sementara itu, Linara, guru Matematika MTs Negeri 1 Banjarnegara, mengaku pelatihan lanjutan ini sangat bermanfaat untuk memperdalam pemahaman terkait fitur analisis dan personalisasi pembelajaran yang tersedia di platform Alef.

“Dalam pelatihan ini kami dibimbing untuk membaca data capaian siswa secara lebih detail. Hal ini sangat membantu kami sebagai guru Matematika untuk mengetahui kelemahan dan kelebihan siswa secara individual,” jelasnya.

Menurut Linara, penggunaan Alef Education memungkinkan guru untuk menyesuaikan materi dan tingkat kesulitan soal sesuai dengan kemampuan masing-masing peserta didik.

“Dengan pendekatan ini, pembelajaran menjadi lebih tepat sasaran dan tidak lagi bersifat satu arah,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan oleh Musfiatul Muniroh, guru Bahasa Arab. Ia menilai pelatihan lanjutan ini memberikan wawasan baru terkait integrasi pembelajaran bahasa dengan teknologi digital.

“Kami mendapatkan banyak contoh praktik baik dalam memanfaatkan platform Alef untuk pembelajaran Bahasa Arab, mulai dari penyusunan materi hingga evaluasi pembelajaran secara daring,” tuturnya.

Musfiatul berharap penerapan Alef Education dapat membantu meningkatkan minat siswa dalam mempelajari Bahasa Arab.

“Dengan tampilan yang interaktif dan sistem yang terstruktur, siswa diharapkan lebih tertarik dan aktif dalam mengikuti pembelajaran,” tambahnya.

Sementara itu, Slamet Brotoseno, guru Bahasa Inggris, menyampaikan bahwa pelatihan ini memperkaya referensi metode pembelajaran yang dapat diterapkan di kelas.

“Platform Alef sangat mendukung pembelajaran Bahasa Inggris karena menyediakan latihan-latihan yang variatif dan dapat disesuaikan dengan level kemampuan siswa,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya kesiapan guru dalam menghadapi pembelajaran digital. “Pelatihan seperti ini sangat diperlukan agar guru tidak tertinggal dan mampu mengimbangi kebutuhan belajar generasi saat ini,” ujarnya.

Melalui pelatihan lanjutan Platform Alef Education ini, MTs Negeri 1 Banjarnegara menegaskan komitmennya untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi pendidikan serta mendukung program transformasi pembelajaran digital di lingkungan madrasah. Diharapkan, hasil dari pelatihan ini dapat segera diimplementasikan dalam proses pembelajaran sehingga memberikan dampak positif bagi peningkatan mutu pendidikan. (Fy)

Skip to content