Banjarnegara (Humas) – MTs Negeri 1 Banjarnegara turut ambil bagian dalam kegiatan Verifikasi Lanjutan Kabupaten/Kota Sehat (KKS) tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun 2025. Bertempat di Aula Sasana Abdi Praja, Setda Kabupaten Banjarnegara, kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan lintas instansi, termasuk dari Kementerian Agama dan satuan pendidikan. Dalam kesempatan ini, Hj. Yuniyati, Wakil Kepala Urusan Kurikulum MTsN 1 Banjarnegara, mewakili madrasah sebagai peserta aktif dalam sesi wawancara dan evaluasi tatanan bidang pendidikan.
Hj. Yuniyati hadir bersama Hj. Nurlaela Isnaeni, Pengawas Madrasah dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara. Kehadiran mereka merupakan bagian dari penugasan resmi untuk mendukung keberhasilan Kabupaten Banjarnegara dalam lomba bergengsi ini, yang menjadi salah satu tolak ukur kualitas hidup dan layanan publik suatu wilayah.
Acara dibuka langsung oleh Bupati Banjarnegara, dr. Amalia Desiana, yang juga bertugas mempresentasikan capaian dan strategi Kabupaten Banjarnegara menuju predikat “Kabupaten Sehat”. Dalam presentasinya, beliau menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk dunia pendidikan, dalam membangun pola hidup bersih dan sehat secara berkelanjutan.
“Kabupaten Sehat tidak mungkin terwujud tanpa peran aktif sektor pendidikan. Sekolah dan madrasah harus menjadi garda terdepan dalam membentuk kebiasaan hidup bersih, sehat, dan ramah lingkungan bagi generasi muda,” terang Bupati Amalia dalam pemaparannya di hadapan tim verifikator provinsi dan peserta.
Hj. Yuniyati mengungkapkan bahwa partisipasi MTsN 1 Banjarnegara dalam kegiatan ini merupakan wujud kontribusi aktif madrasah dalam mendukung program nasional.
“Kami membawa semangat madrasah sehat, tidak hanya dalam aspek kebersihan fisik, tetapi juga dalam budaya hidup sehat, program UKS aktif, kantin dengan Pangan Jajan Anak Sekolah Aman, dan pembiasaan PHBS di lingkungan sekolah,” ujar Yuniyati.
Sementara itu, Hj. Nurlaela Isnaeni juga menekankan bahwa tatanan satuan pendidikan adalah aspek penting dalam penilaian KKS. Ia menilai bahwa madrasah seperti MTsN 1 Banjarnegara telah menunjukkan praktik baik yang layak untuk direplikasi.
“MTsN 1 Banjarnegara memiliki integrasi kuat antara pendidikan karakter dan pembiasaan hidup bersih dan sehat. Ini merupakan kekuatan yang sangat menunjang nilai KKS,” tutur Nurlaela.
Kepala MTsN 1 Banjarnegara, H. Yatiman, menyampaikan rasa bangga atas keterlibatan madrasah dalam kegiatan yang melibatkan banyak unsur pemerintah daerah tersebut.
“Ini adalah kesempatan besar bagi madrasah kami untuk menunjukkan peran nyata dalam mendukung program kesehatan masyarakat. Kolaborasi ini akan terus kami kuatkan ke depan,” ujarnya.
Senada dengan itu, Wakil Kepala Urusan Humas MTsN 1 Banjarnegara, Linara, menambahkan bahwa keterlibatan dalam forum seperti ini juga menjadi sarana promosi citra positif madrasah.
“Kami berharap, partisipasi aktif seperti ini menjadi inspirasi bagi madrasah lain. Bahwa madrasah tidak hanya unggul dalam nilai religius, tapi juga responsif terhadap isu-isu strategis daerah,” ucap Linara.
Kegiatan verifikasi yang berlangsung hingga siang hari tersebut diikuti dengan sesi tanya jawab, klarifikasi data, serta kunjungan lapangan ke beberapa lokasi strategis. Kabupaten Banjarnegara optimis bisa mempertahankan prestasi dan meraih predikat terbaik dalam lomba Kabupaten Sehat tingkat Jawa Tengah 2025. (Lin/La)







