Hangatnya Kebersamaan di Dapur Guru: Tradisi Makan Siang Bersama di MI Al Fatah Parakancanggah (MIFABARA)

Banjarnegara – Guru Bergantian Memasak, Ciptakan Suasana Kekeluargaan dan Hidup Sehat di Madrasah. Suasana siang di MIFABARA terasa begitu hangat dan akrab. Di sela-sela kesibukan mengajar, para guru madrasah ini punya kegiatan unik yang patut dicontoh, makan siang bersama dengan menu hasil masakan sendiri di madrasah.(29/10)

Kegiatan ini lahir dari kebiasaan sederhana. Karena jadwal mengajar di MIFABARA berlangsung hingga sore hari, para guru sering kali tidak sempat pulang untuk makan siang. Daripada membeli makanan di luar, mereka berinisiatif untuk memasak bersama di madrasah secara bergantian. Guru yang tidak sedang mengajar akan bertugas di dapur, menyiapkan menu untuk teman-temannya.

Setiap hari, aroma masakan rumahan seperti sayur lodeh, sambal goreng kentang, tumis kangkung, atau ikan goreng tercium dari dapur kecil di pojok ruang guru. Sambil memasak, terdengar canda dan tawa kecil yang membuat suasana semakin akrab. Setelah masakan siap, para guru berkumpul di ruang makan sederhana untuk menikmati makan siang bersama dengan penuh kebersamaan.

Menurut salah satu guru, kegiatan ini bukan hanya soal makan, tapi juga tentang rasa kekeluargaan dan kebersamaan.

“Dengan memasak dan makan bersama, suasana di antara guru terasa lebih akrab. Kami jadi seperti keluarga besar. Selain itu, masak sendiri juga lebih hemat dan sehat,” ujar Titin sambil tersenyum.

Kepala Madrasah, Durotun Nafisah, menyambut baik kegiatan positif ini. Ia menilai kebiasaan makan siang bersama menjadi contoh nyata nilai gotong royong dan kebersamaan yang juga diajarkan kepada siswa.

“Saya sangat bangga melihat kekompakan para guru. Kebiasaan ini menumbuhkan semangat kekeluargaan dan membuat lingkungan kerja lebih hangat dan bahagia. Semoga tradisi baik ini terus berjalan,” tuturnya.

Selain menguatkan hubungan antarguru, kegiatan makan siang bersama juga menjadi sarana relaksasi dan kebahagiaan sederhana di tengah rutinitas mengajar. Dari dapur sederhana itulah, lahir tawa, cerita, dan energi positif yang kemudian terbawa ke ruang kelas.

Karena di MIFABARA, mengajar bukan sekadar berbagi ilmu, tapi juga berbagi kebahagiaan dan kebersamaan.(nas)

Skip to content