Banjarnegara – Belajar dari Piagam Madinah dan Perjanjian Hudaibiyah untuk Membangun Kelas yang damai dan disiplin. MI Al Fatah Parakancanggah (MIFABARA), Rabu (29/10) Suasana belajar di kelas 5D siang itu tampak berbeda dari biasanya. Pada pukul 09.00 Wib hingga 10.10 Wib, para siswa mengikuti pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) bertema “Kesepakatan dan Perjanjian” yang dipandu oleh guru SKI, Ustadz Luqman Hakim.
Kegiatan ini mengangkat nilai-nilai yang terkandung dalam Piagam Madinah, Perjanjian Hudaibiyah, serta komitmen damai Rasulullah saw dengan kaum Quraisy. Melalui kegiatan diskusi dan praktik membuat kesepakatan bersama, siswa diajak memahami pentingnya menjaga perjanjian, meneladani Rasulullah dalam membangun kehidupan yang damai dan menumbuhkan sikap moderat dalam perbedaan.
Pembelajaran dimulai dengan ceramah inspiratif dari Luqman. Beliau mengingatkan siswa akan pentingnya meneladani sejarah perjuangan Rasulullah saw: “Jas Merah, Jangan Melupakan Sejarah. Maka hidup damai, aman sentosa, bahagia dunia dan akhirat,” ungkapnya.
Setelah itu, siswa dibagi menjadi empat kelompok untuk berdiskusi dan membuat perjanjian kelas yang disepakati bersama: Kelompok 1: Piket kebersihan, Kelompok 2: Belajar kelompok, Kelompok 3: Belajar di kelas, Kelompok 4: Sholat berjama’ah.
Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas. Aktivitas ini bertujuan agar siswa belajar disiplin, tanggung jawab, dan kebersamaan, sebagaimana Rasulullah saw selalu memegang teguh janji dan amanah dalam setiap perjanjian yang beliau buat.
Salah satu siswa menyampaikan dengan penuh semangat.
“Sejarah perjuangan Nabiku harus menjadi inspirasiku dalam bermoderasi dan perdamaian.” Ucapnya.
Kegiatan berjalan tertib dan penuh antusiasme. Di akhir sesi, Luqman menyampaikan harapan agar siswa mampu menerapkan nilai-nilai yang telah dipelajari.
“Semoga anak-anak bisa melaksanakan kesepakatan yang telah dibuat dan menciptakan kelas yang istimewa, kelas yang damai dan menjadi teladan bagi kelas lainnya,” pesannya.
Sementara itu, Kepala MIFABARA, Durotun Nafisah, memberikan apresiasi atas kegiatan kreatif tersebut.
“Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat. Anak-anak tidak hanya belajar sejarah, tetapi juga menanamkan nilai-nilai perdamaian dan tanggung jawab. Semoga kegiatan ini menjadi budaya positif di lingkungan madrasah,” ujarnya.
Melalui kegiatan sederhana namun bermakna ini, pembelajaran SKI di MIFABARA berhasil menghadirkan semangat sejarah Islam yang hidup dalam tindakan nyata para siswa.(luq/nas)







