Membersamai Siswa Saat Istirahat, Cara Nani Bangun Kedekatan dan Karakter Murid

Banjarnegara – Suasana istirahat di MI Al Fatah Parakancanggah (MIFABARA) selalu tampak ramai dan penuh keceriaan. Di tengah tawa anak-anak, tampak sosok Nani, wali kelas 5D, yang tidak sekadar memantau dari jauh, tetapi ikut hadir di tengah-tengah muridnya. Ia mendengarkan cerita mereka, membantu menyelesaikan masalah kecil, hingga ikut bermain sederhana di halaman madrasah.(29/10)

Kegiatan sederhana ini menjadi wujud nyata kepedulian guru terhadap tumbuh kembang sosial dan emosional peserta didik. Menurut  Nani, waktu istirahat bukan hanya jeda untuk melepas lelah, tetapi juga momen berharga untuk menanamkan nilai-nilai karakter seperti empati, kebersamaan, dan tanggung jawab.

“Saya ingin anak-anak merasa bahwa guru mereka selalu ada. Saat istirahat, mereka bebas bercerita, bercanda, atau sekadar duduk bersama. Dari situ, saya bisa lebih mengenal karakter mereka satu per satu,” ujar Nani dengan senyum hangat.

Tak jarang, kehadiran guru saat istirahat mampu meredam potensi konflik kecil antar siswa dan menumbuhkan rasa aman di lingkungan madrasah. Murid pun merasa diperhatikan dan dihargai. Salah satu siswa, Vivi, mengaku senang karena Nani sering menemani mereka bermain.

“Kalau Ustadzah Nani ada di halaman kelas, kami senang. Kalau ada yang berebut atau berselisih, beliau langsung bantu menyelesaikan dengan baik,” tutur Vivi.

Kepala MI Al Fatah Parakancanggah, Durotun Nafisah, mengapresiasi langkah tersebut. Ia menilai kehadiran guru di masa istirahat merupakan bentuk pendampingan holistik yang penting bagi perkembangan anak.

“Guru tidak hanya mengajar di kelas, tetapi juga mendampingi di luar kelas. Inilah yang membentuk karakter unggul dan akhlak mulia,” ungkapnya.

Melalui kehadiran yang tulus dan penuh perhatian, Nani memberikan teladan bahwa mendidik bukan hanya soal akademik, melainkan juga soal hati dan kedekatan.(nas)

Skip to content