Harapan di Rutan Perempuan: Penyuluh Agama Ajak Napi Menemukan ‘Jalan Pulang’ melalui Kajian Keislaman

Banjarnegara (Humas) – Rutan Perempuan kembali menghadirkan suasana haru sekaligus penuh harapan ketika Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Banjarnegara, Ani Musyarofah, memberikan kajian bertema “Masih Ada Jalan Pulang” kepada para warga binaan, Kamis (27/11). Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan keagamaan yang rutin digelar untuk membantu para narapidana perempuan menemukan kembali arah hidup mereka melalui pemahaman spiritual.

“Setiap manusia berhak mendapatkan kesempatan kedua. Mari merenungkan kembali perjalanan hidup yang kita lalui serta memahami bahwa pintu taubat selalu terbuka bagi siapa saja yang ingin memperbaiki diri. Kesalahan masa lalu bukan akhir dari segalanya, melainkan titik awal untuk bangkit dan memperbaiki hubungan dengan Allah, diri sendiri, dan sesama,” tuturnya.

Para peserta tampak antusias mengikuti pembinaan ini. Mereka mengaku merasa lebih tenang dan optimis setelah mendengar ceramah yang sarat motivasi tersebut. Suasana rutan yang biasanya penuh kekhawatiran berubah menjadi ruang refleksi yang hangat dan penuh dukungan. “Tetaplah memperbaiki ibadah, jaga akhlak, dan saling menguatkan satu sama lain. Perubahan itu tidak mudah, tapi sangat mungkin kita jalani bersama,” tambahnya.

Selain memberikan materi kajian, penyuluh agama juga membuka sesi dialog. Para warga binaan dipersilakan berbagi cerita, menanyakan persoalan yang mereka hadapi, dan meminta nasihat spiritual. Respons yang diberikan tidak hanya berdasarkan ajaran Islam, tetapi juga mempertimbangkan kondisi psikologis para narapidana yang membutuhkan kekuatan mental untuk menjalani masa pembinaan.

Melalui kegiatan ini, pihak rutan berharap para warga binaan perempuan dapat menata kembali masa depan mereka dengan lebih percaya diri. Kajian keislaman tersebut diharapkan mampu menjadi cahaya yang membimbing mereka menuju “jalan pulang”, baik saat masih menjalani hukuman maupun setelah kembali ke masyarakat.

Skip to content