“Hati Lapang, Hidup Berkah” Penyuluh Agama Islam KUA Rakit, Endah Widyawati Ajak 25 Jemaah MT Mar’atus Solikhah Ikhlas Terima Takdir

Banjarnegara (Humas) – Hidup tidak selalu sesuai keinginan, ada kalanya Allah memberi ujian, ada kalanya memberi nikmat. Kuncinya adalah bagaimana kita menyikapi dengan hati yang lapang dan rida.

Hal tersebut disampaikan Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Rakit, Endah Widyawati, dalam kegiatan penyuluhan di Majelis Taklim (MT) Mar’atus Solikhah Desa Bandingan RT 01 RW 04. Kegiatan yang diketuai Adminah ini dihadiri 25 jemaah ibu-ibu yang diketuai Adminah pada Jumat (11/9/2026).

Mengusung tema “Sikapi Takdir Allah dengan Hati Lapang”, Endah mengingatkan bahwa semua yang terjadi sudah tercatat di Lauh Mahfuzh.”Rasulullah bersabda, Sungguh menakjubkan perkara orang mukmin. Jika diberi nikmat dia bersyukur, itu baik baginya. Jika ditimpa musibah dia bersabar, itu juga baik baginya. HR. Muslim. Jadi tidak ada yang rugi bagi orang beriman,” ujar Endah.

Ia menjelaskan 3 cara menyikapi takdir agar hati tetap tenang. Pertama, imani bahwa semua dari Allah. “Baik dan buruk, sehat dan sakit, kaya dan miskin, semua kehendak-Nya. Saat kita yakin, maka tidak akan banyak mengeluh.” Jelasnya.

Kedua, bersabar saat diuji dan bersyukur saat diberi nikmat. “Jangan protes saat usaha belum berhasil. Mungkin Allah sedang menyiapkan yang lebih baik. Jangan sombong saat rezeki lancar. Ingat, semua titipan.” Ucapnya.

“Ketiga, perbanyak dzikir dan doa. “Hati yang lapang lahir dari dekat dengan Allah. Perbanyak istighfar, sholawat, dan minta kepada-Nya. Karena hanya Allah yang bisa menenangkan hati.”Endah juga berpesan agar para ibu menjadi teladan di rumah. “Kalau ibu hatinya tenang, maka rumah akan adem. Anak-anak jadi belajar sabar dan ikhlas. Itu investasi pahala jariyah.” Terangnya.

Ketua MT Mar’atus Solikhah, Adminah, menyampaikan terima kasih. “Materi ini sangat pas. Banyak jemaah yang sedang punya masalah ekonomi dan keluarga. Semoga setelah ini lebih kuat dan tidak mudah putus asa.” Tambahnya.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama. Diharapkan 25 jemaah MT Mar’atus Solikhah Desa Bandingan RT 01 RW 04 dapat menyikapi setiap takdir Allah dengan sabar, syukur, dan hati yang lapang, sehingga hidup lebih damai dan berkah. 

(n/azd)