Banjarnegara (Humas) – Penyuluhan Agama Islam memiliki peran krusial dalam memberikan edukasi keagamaan dan penguatan pola asuh anak berbasis nilai-nilai Islam bagi masyarakat. Pada Senin (21/9/2026), Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Pagentan, M. Syaiful Abidin, menggelar kegiatan bimbingan penyuluhan yang bertempat di salah satu ruang kelas Kelompok Bermain (KB) An-Nur Karangnangka. Kegiatan ini diikuti oleh 21 orang jamaah yang seluruhnya merupakan wali siswa KB An-Nur Karangnangka.
Dalam bimbingan tersebut, M. Syaiful Abidin mengangkat tema yang sangat mendalam dan menyentuh sisi parental, yakni “Ketika Buah Hati Menjadi Musuh di Hari Pembalasan”. Syaiful menekankan pentingnya mendidik anak dengan landasan tauhid dan akhlakul karimah agar anak tidak menuntut orang tuanya di akhirat kelak akibat kelalaian dalam memberikan pendidikan agama.
“Anak adalah amanah sekaligus ujian bagi setiap orang tua. Jika kita hanya sibuk memenuhi kebutuhan fisiknya namun mengabaikan pendidikan tauhid dan moralnya, maka di hari pembalasan nanti anak bisa menuntut kita di hadapan Allah SWT. Kita tentu tidak ingin buah hati yang kita sayangi justru menjadi ‘musuh’ yang memberatkan timbangan dosa kita di akhirat,” ujar Syaiful dalam pemaparannya.
Para peserta menyimak materi dengan penuh antusiasme dan khidmat. Diskusi hangat pun terjalin ketika membahas tantangan mengasuh anak di era modern yang penuh dengan pengaruh media sosial dan teknologi.
Ketua Majelis Taklim (MT) An-Nur yang sekaligus menjabat sebagai Kepala KB An-Nur Karangnangka, Fitriani Astuti, menyambut baik dan mengapresiasi kehadiran penyuluh agama dari KUA Pagentan. Menurutnya, materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan para wali siswa yang sedang berjuang membentuk karakter anak sejak usia dini.
“Kami sangat berterima kasih atas bimbingan dan ilmu yang disampaikan oleh Bapak Syaiful. Tema ini benar-benar menjadi pengingat yang merengkuh hati para ibu di sini. Harapan kami, melalui bimbingan rutin ini, para wali murid semakin mantap dan bijak dalam mendidik anak-anak menjadi generasi yang saleh, bermartabat, serta selamat dunia dan akhirat,” tutur Fitriani Astuti.
Kegiatan bimbingan penyuluhan ini diakhiri dengan doa bersama untuk keselamatan dan keberkahan keluarga seluruh jamaah yang hadir. KUA Pagentan berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program penyuluhan bernas yang menjangkau berbagai lapisan masyarakat hingga ke tingkat basis pendidikan anak usia dini.
(msa/azd)







